Bangkai Babi Dibuang ke Sungai

Bangkai Babi Cemarkan Sungai, Polisi Lakukan Penyelidikan Peternakan di Percut dan Tanjunggusta

Wabah hog cholera yang menyebabkan kematian pada hewan ternak khususnya babi, masih menjadi kendala.

Tayang:
Tribun Medan
Petugas bersihkan bangkai babi di Danau Siombak, Senin (11/11/2019) 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Wabah Hog  Cholera yang menyebabkan kematian pada hewan ternak khususnya babi, masih menjadi kendala.

Namun, tidak hanya kematian babi. Pembuangan bangkai babi menjadi sumber masalah di masyarakat yang bermukim di seputaran kawasan Sungai Bederah dan Danau Siombak, Kecamatan Medan Marelan, Senin (11/11/2019).

Dari informasi yang dihimpun Tribun Medan, sebanyak 106 bangkai babi ditemukan mengambang di Danau Siombak Kecamatan Medan Marelan.

Seratusan bangkai yang ditemukan ini menjadi keresahan bagi masyarakat, tidak hanya pencemaran air, bau menyengat juga menjadi kendala.

Hal tersebut disampaikan Agustin tinggal di pondok Rumah Baca Merah Putih Danau Siombak, di Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan.

Ia mengatakan, sejak dua Minggu terakhir, dia mengaku tak tahan dengan aroma busuk dan menyengat dari bangkai babi yang 'bersandar' di samping pondoknya.

Tak jauh dari pondok tempat tinggalnya ini, ada satu bangkai babi berukuran besar yang tersangkut di antara sampah dan enceng gondok  di samping sebuah perahu, kondisinya sudah membusuk.

"Bagus lah semua di sini, bantu lah kami supaya ditarik ke mana lah bangkainya. Bau kali di sini. Kadang ada tiga atau lima ekor. Kemarin juga ada yang di dalam goni, bangkai anakan babi," katanya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sejak pagi tadi seratusan orang dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Polsek Medan Labuhan, dan Satuan Polisi Pamong Praja, jajaran lainnya melakukan penarikan bangkai-bangkai babi ke satu titik pengumpulan yang jaraknya sekitar 10 menit menggunakan boat.

Lebih lanjut dijelaskan Agustin, awalnya ada sekitar dua Minggu lalu, hanya satu dua bangkai saja yang nampak.

Beberapa hari kemudian semakin banyak.

"Sudah tak tahan kali ni baunya. Entah dari mana bangkainya. Jangan lah ke sungai, kami di bawah ini yang nanggung baunya," ungkapnya.

Terkait pembuangan bangkai babi yang telah mencemari lingkungan, pihak kepolisian dalam hal ini, Kapolsek Medan Labuhan, AKP Edy Safari saat ditemui mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan krimsus Polda Sumut untuk menindak lanjuti tersangka yang membuang bangkai babi bangkai babi ke alur sungai dan bisa membuat orang sakit.

Ketika ditanya apakah sudah ada yang menjadi tersangka dalam kasus ini, menurutnya saat ini pihaknya masih lidik.

"Kita masih lidik yang buang ke sungai. Kita juga lidik ke peternakan di Tanjung Gusta dan Percut. Ini masuk pencemaran lingkungan hidup, ancaman di atas 10 tahun," katanya.

(mft/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved