Bom Bunuh Diri Polrestabes Medan

Kondisi Terkini Pelayanan SKCK setelah Insiden Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

Bom Bunuh Diri Polrestabes Medan - Kondisi Terkini Pelayanan SKCK setelah Insiden Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

Tayang:
TRIBUN MEDAN/Danil Siregar
Kepolisian berjaga di depan Polrestabes Medan. #Kondisi Terkini Pelayanan SKCK setelah Insiden Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Muhammad Fadli Taradifa

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pelayanan SKCK untuk pengurusan dokumen pelamar CPNS dan lainnya pada Rabu (13/11/2019) untuk sementara ditutup.
Hal tersebut diungkapkan salah seorang saksi, Andrian (22) yang ditemui Tribun Medan di lokasi mengatakan bahwa dirinya bersama masyarakat lainnya yang mengantre mendapat informasi bahwa pelayanan pada hari ini ditutup untuk sementara.
"Kami tadi diberitahu bahwa pada hari ini pelayanan SKCK untuk sementara ditutup. Ya kami gak tahu kapan pelayanan kembali dibuka," ujarnya, Rabu (13/11/2019).
Saat ditanya terkait kesaksiannya saat berada di dalam, pria berkulit kuning langsat ini mengatakan, saat itu, datang pukul 07.00 WIB, namun karena pelayanan pukul 08.00 WIB, maka dirinya bersama temannya langsung masuk.
"Kami mengurus dari semalam. Jadi kedatangan hari ini kami untuk mengambil SKCK keperluan administrasi melamar CPNS," katanya.
Tak hanya itu, saat ditanya pada saat kejadian berapa orang pengunjung Mapolrestabes khususnya pembuatan SKCK, Andrian menuturkan seratusan orang.
"Kalau jumlah seratusan orang ada. Namun kami yang mengurus semalam dan hari ini pengambilan SKCK di suruh masuk ke dalam," katanya.
Saat ditanya apakah ia mendengar suara ledakan, pria berambut pendek ini mengatakan bahwa saat itu dirinya juga mendengar suara ledakan.
"Ada ledakan. Pertama dibilang oleh pegawai sini suara travo. Tidak berapa lama, dari luar terdengar suara yang mengatakan bom bunuh diri. Ya kami panik," ungkapnya.
Informasi yang berhasil dihimpun Tribun Medan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 WIB.
Pelaku bom bunuh diri diduga seorang pria.
Hingga saat ini, petugas masih melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mendapati perkembangan terkait aksi dugaan bom bunuh diri.
Sementara di luar lokasi, petugas masih melakukan sterilisasi.
Pengamanan dan penjagaan ketat terlihat di lokasi kejadian.
Informasi lain yang berhasil dihimpun Tribun Medan, Densus 88 direncanakan akan turun ke Sumatera Utara.

Bom meledak di Mapolrestabes Medan sekitar pukul 08.45 WIB, hingga saat ini petugas labfor masih melakukan investigasi.

Pantauan wartawan www.tribun-medan.com di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB, warga memadati gerbang Mapolrestabes.

Warga bukannya menjauh karena tragedi bom, malah penasaran dan ingin melihat lebih dekat.

Banyak warga mengabadikan momen tersebut dengan handphone pribadi masing-masing.

Terlihat seorang petugas kepolisian mencoba untuk menertibkan para warga yang memenuhi kawasan sekitaran Mapolrestabes Medan.

Info yang berhasil dihimpun, satu orang diduga pembawa bom tewas di tempat dan seorang polisi mengalami luka di bagian tangan.

Hingga saat ini kawasan dijaga ketat oleh kepolisian.

Awak media hanya bisa meliput dari luar perkarangan kantor Mapolrestabes Medan.

Kesaksian warga

Warga panik dan berhamburan pasca-mengetahui ledakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Rabu (13/11/2019) pukul 08.45 WIB.

Warga bernama Nilam yang kebetulan di lokasi kejadian saat mengurus SKCK terlihat lemas.

Tangannya gemetar dan nada bicara gugup.

"Saat itu saya sedang telponan dengan tante saya. Kedatangan saya untuk mengambil SKCK ke Mapolrestabes Medan," ujarnya saat ditemui Tribun Medan di lokasi.

Saat sedang teleponan, lanjut wanita berkulit kuning langsat ini, tiba-tiba ia mendengar suara ledakan yang cukup kuat hingga getarannya terasa di antrean SKCK.

"Suara ledakan terasa. Tidak berapa lama ada asap putih. Saya teriak bom itu bom," ungkapnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved