PT Mahkota Group Tbk Miliki Aset Rp 1,3 Triliun 

Kita tentu sangat senang dengan adanya kegiatan company visit dari AMA ini. Mereka (member AMA) mengunjungi office baru kita dan kita saling sharing

PT Mahkota Group Tbk Miliki Aset Rp 1,3 Triliun 
TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Direktur Utama PT Mahkota Group Tbk, Usli Asri bersama member Asosiasi Manajemen Indonesia (AMA) Medan saat company visit (kunjungan perusahaan) di Kantor Mahkota Group yang berada di Office Tower Jati Junction, Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Jumat (15/11/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Emiten perkebunan, PT Mahkota Group Tbk memiliki market sebesar Rp 3,2 triliun dan aset senilai Rp 1,3 triliun.

Hal ini diungkapkan Direktur Utama PT Mahkota Group Tbk, Usli Asri saat company visit (kunjungan perusahaan) Asosiasi Manajemen Indonesia (AMA) Medan di Kantor Mahkota Group yang berada di Office Tower Jati Junction, Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Jumat (15/11/2019).

"Kita tentu sangat senang dengan adanya kegiatan company visit dari AMA ini. Mereka (member AMA) mengunjungi office baru kita dan kita saling sharing dan tanya jawab, hal ini sangat positif," ucap Usli.

Dengan saling berkomunikasi dengan calon-calon investor dan semua pihak diharapkan dapat membangun Mahkota Group ini dengan lebih bagus lagi.

"Banyak orang yang memiliki naluri bisnis yang tinggi, dan mereka bisa menjadi investor yang bagus di tempat kita. Kira cari long term investor bukan yang trading. Trading itu ok, menjaga likuiditas ok tapi kita mau cari long term investor," ungkapnya.

Diakui Usli, saham Mahkota Group yang dijual ke pasar dan sudah dilepaskan sahamnya sebesar 20 persen kepada partner founder join, dan saham ini terbeli juga oleh investor Bank Swiss sejumlah 23 persen.

"Bank Swiss itu menjadi investor kita juga sekarang dan untuk kepemilikan kita itu 57 persen," ucap Usli.

Dikatakannya, bisa mendapatkan investor dari Bank Swiss sebab beberapa founder Mahkota Group juga ada di Singapura dan mereka juga punya rekanan bisnis serta kerabat yang mau diajak berinvestasi.

"Kita komunikasikan karena ada beberapa founder juga di Singapura, mereka juga punya rekanan bisnis kerabat, mereka mengajak, ada perusahaan sangat bagus, sangat prospek dan punya visi misi yang sama. Keterlibatan nasabah Bank Swiss itu juga banyak sekali," ujarnya.

Hal menarik lainnya, kata Usli, harga minyak sawit mentah (CPO) dalam dua minggu terakhir meningkat tajam.

Halaman
12
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Feriansyah Nasution
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved