Kreasi Barang Bekas Berbasis Kearifan Lokal Ala Komunitas Alpha Tanah Karo

Event kolaborasi komunitas dari 8 kota yakni Banda Aceh, Loksemawe, Kisaran, Padang Sidempuan, Sibolga, Kabanjahe, Siantar, Medan dan Berastagi

Kreasi Barang Bekas Berbasis Kearifan Lokal Ala Komunitas Alpha Tanah Karo
TRIBUN MEDAN/GITA NADIA PUTRI br TARIGAN
Booth Komunitas Alpha Tanah Karo di acara Kreak Ujung Sumatera yang dilaksanakan di halaman Istana Maimun Medan, Selasa (19/11/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Terdapat satu booth unik dalam acara Kreak Ujung Sumatera yang dilaksanakan di halaman Istana Maimun Medan, Selasa (19/11/2019).

Event kolaborasi komunitas dari 8 kota yakni Banda Aceh, Loksemawe, Kisaran, Padang Sidempuan, Sibolga, Kabanjahe, Siantar, Medan dan Berastagi ini, masing-masing unjuk kemampuan dan kreasi.

Masing-masing stand terlihat memiliki keunggulan dan keunikannya masing-masing. tidak mau ketinggalan, Alpha Community asal Kabupaten Karo, hadir dengan memamerkan hasil karya mereka berupa hiasan serta furniture yang berbasis kearifan lokal suku Karo.

Terdapat beberapa karya yang dipamerkan, yakni Hiasan rumah berbentuk topeng Gundala-gundala, puluhan cincin tengkorang yang menggunakan bulang-bulang khas Karo, kalung, gelang dengan ukiran khas Karo, lukisan dan lainnya.

Uniknya, semua barang tersebut merupakan hasil ukiran yang berasal dari barang bekas seperti kawat besi, kayu, tali dan lainnya.

"Kita sudah mulai berkarya sejak dua tahun lalu, kita bergeraknya merekrut kawan-kawan yang mau berkarya di daerah masing-masing. Hari ini kita bawa miniatur topeng gundala-gundala, dan beberapa karya lainnya," tutur anggota komunitas, Deep Tarigan.

Ia mengatakan anggota komunitas juga berusaha menciptakan karya yang disesuaikan dengan selera pasar. Seperti cincin besar berukir tengkorak, namun tetap memasukkan unsur budaya. Ia mengaku sudah mulai membuat cincin besar berbasis kearifan lokal Karo sejak 2014 silam.

"Kalau dulu detail karyanya nggak seperti ini, tapi seiring berproses terus maka bisa dibuat karya sedetail ini. Untuk saat ini masih kita pasarkan melalui instagram Deep Tarigan," katanya.

Untuk harga dibandrol mulai Rp. 100 ribu hingga Rp. 1 Juta. Tergantung karakter hingga tingkat kesulitannya masing-masing.

"Kalau kita tunggu oranglain untuk mempromosikan budaya kita sendiri ya kurasa beda fersi. Mereka dengan gayanya aku dengan gayaku, selain itu suatu kebanggaan aku punya identitas," katanya.

(cr21/tribun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved