Isu Ikan Makan Bangkai Babi
BREAKING NEWS: Marak Isu Ikan Makan Bangkai Babi, Pemilik Bagan Percut: Kami Seperti Terzolimi
Bagan Percutseituan, yang biasa ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara, semenjak terjadinya isu ikan makan bangkai babi
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Bagan Percutseituan, yang terletak di Desa Bagan, Kecamatan Percutseituan, Kabupaten Deliserdang, merupakan salah satu tempat makanan dengan menyajikan aneka ragam seafood.
Siapa yang tidak mengenal tempat kuliner yang berada di kawasan Percutseituan.
Bagan Percutseituan, yang biasa ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara, semenjak terjadinya isu ikan makan bangkai babi terlihat sepi.
Kondisi seperti ini dikeluhkan oleh pedagang ikan, pemilik restoran, juru parkir, bahkan pemandu wisata dan boat.
Kurang lebih satu bulan pasca ditemukan seratusan bangkai babi yang mengambang di perairan Sungai Bagan, berdampak kepada penjualan dan pengunjung.
Pemandu Rumah Makan Cahaya Putri, Andini (18) mengatakan, biasa ramai bulak balik menyebrangi sungai ini untuk mengantar para wisatawan yang hendak menikmati santapan seafood.
"Biasa kami sibuk bulak balik mengantar wisatawan untuk makan di sini. Tapi semenjak adanya isu ikan makan bangkai babi dan menularkan virus, kami seperti terzolimi," ujarnya saat ditemui Tribun Medan di pusat penampungan ikan, Bangan Percutseituan, Jumat (22/11/2019).
Lanjut dikatakan wanita yang menggunakan hijab berwarna hijau ini, maunya yang sebar-sebar isu itu di facebook ditangkap.
"Maunya polisi menangkap itu yang sebar-sebar postingan bangkai babi di makan ikan. Terinfeksi lah apa lah. Jangan asal posting aja ia. Ini kan jadi berefek ke kami. Ini dapurnya saru desa loh," kata wanita berkulit putih ini.
Hingga kini, dirinya belum ada memandu wisata untuk mengunjungi tempat kuliner yang berada di sini.
"Dari pagi kerjaan ku cuma jalan-jalan aja. Bukan karena kerja, namun hilangi suntuk," katanya.
Saat ditanya terkait pendapatan, wanita bertubuh langsing ini mengatakan bahwa pendapatan di rumah makan sendiri mengalami penurunan cukup jauh.
"Bagaimana tidak. Udah jalan minggu ke tiga kondisi seperti ini," katanya.
Pantauan Tribun Medan di lokasi, sebelumnya, masyarakat di sekitar lokasi Bagan Percutseituan, terlihat lengah tidak seperti pada biasanya.
Beberapa boat yang biasa mengantar para wisatawan untuk menyebrang sungai, terlihat terparkir di pusat perbelanjaan ikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kondisi-pasar-ikan-di-bagan-percutseituan-terlihat-sepi-jumat-22112019.jpg)