Bosan Dikendalikan Gadget? Table Top Board Cafe, Sediakan Ratusan Game Klasik Dari Eropa

Game yang tersedia membutuhkan kolaborasi, kerja tim serta kemampuan memecahkan masalah bersama.

Bosan Dikendalikan Gadget? Table Top Board Cafe, Sediakan Ratusan Game Klasik Dari Eropa
Tribun Medan/Gita Nadia Putri Tarigan
Pilihan permainan di Table Top Board Cafe di Jalan H. Misbah Nomor 48-49, Kecamatan Medan Maimun. 

TRIBUN-MEDAN.com - Kecanduan gawai alias gadget, tidak jarang membuat kita abai dengan lingkungan sekitar. Sehingga tidak salah bahwa gawai memang menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh.

Meski demikian sebagai mahluk sosial, tentunya manusia tetap membutuhkan komunikasi secara langsung, agar terciptanya rasa kekeluargaan dan saling menghargai. Melihat pentingnya membangun komunikasi secara langsung, menjadi alasan William Thomas membangun Table Top Board Cafe.

Kafe yang beralamat di Jalan H. Misbah Nomor 48-49 Kecamatan Medan Maimun ini, merupakan game kafe yang memiliki ratusan game klasik yang berasal dari berbagai negara.

"Saya dapat ide sewaktu saya kuliah di Malaysia, di sana ada boarding kafe yang hampir sama seperti milik saya. Tujuan saya buka ini karena sekarang orang lebih sering main gadget yang berbasis teknologi, jadi saya ingin kembali ke awal, saya gak mau mereka ke kafe megang hp, tapi bergaul ada canda dan tawa," katanya, Sabtu (23/11/2019).

Koleksi Game katanya memiliki variasi yang berbagai macam, mulai klasik hingga terbaru. Tentunya game yang tersedia membutuhkan kolaborasi, kerja tim serta kemampuan memecahkan masalah bersama.

"Paling klasik ada monopoli, tapi gamenya saya usahakan yang orang enggak pernah main, kalau ular tangga dan lainnya udah biasa. Yang paling populer di sini Bluffing game alias game tipu menipu, lebih seru, terkadang bahkan sampai pemain ketawa sampai jerit-jerit, pokoknya kalau weekend ini kafe ramai banget," katanya.

Sebagian besar game tersebut katanya berasal dari Negara-negara Eropa dan Amerika. Agar permainan berjalan lancar, sudah disediakan pemandu game, yang siap mengarahkan dan menjelaskan permainan.

"Target awal saya anak kecil dan keluarga, jadi lebih ke family boarding time. Tapi yang antusias rupanya anak-anak muda yang kuliah, ada juga pekerja. Main game perjamnya kita kenakan Rp.17.500 udah bebas ganti game, full service," tuturnya.

Tidak ketinggalan, ruangan kafe juga terlihat apik mengusung konsep tradisional modern. Kafe ini juga dilengkapi dengan berbagai furniture unik, dan meja game berukuran besar. Sehingga membuat siapapun yang mampir, serasa berada dalam dunia game tempo dulu, namun dengan konsep yang lebih modern dan instagramable.

"Konsepnya agak modern, dan furniture saya desain sendiri, termasuk meja gamenya. Dinding dan lantainya memang sengaja semen supaya selaras, dengan suasana yang nggak terlalu baku. Terdiri dari dua lantai dan di lantai satu kapasitas 20 orang, lantai dua konsepnya lesehan, kapasitas 50-an," katanya.

Tidak ketinggalan, bicara menu, Table Top Board Cafe juga dilengkapi dengan menu lokal hingga western. Seperti nasi goreng salmon, nasi ayam, indomie, serta beberapa menu western seperti spageti, salad, dan lainnya. Selain itu juga tersedia beberapa varian ropang dan dessert.

"Minuman kita banyak, lebih dari 40. Ada juga minuman kekinian, kopi, soft drinks, Iced Flavored Tea, Local Delights, Milk Tea, macchiato, Ice Blend, mocktail, italian soda, dan lainnya.

Kafe ini juga terbuka untuk perayaan, serta tersedia berbagai diskon menarik untuk pelajar, public transportasi, hari hujan. Untuk info lebih lanjut dapat menghubungi instagram @tabletopbgcafe.

"Kebanyakan pelanggan bukan membayar untuk game atau harga orderan tapi karena suasana, family timenya, human interaction yang jarang ditemui. Itu yang sebenarnya saya rasa paling penting," pungkasnya.

(cr21/tribun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved