Tribun Wiki
Gereja Maria Annai Velangkanni Medan, 8 Simbol Religius dan Maknanya
ereja Maria Annai Velangkanni Medan atau sering disebut Graha Maria Annai Velangkanni terletak di Jalan Sakura, Tanjung Selamat, Medan Tuntungan.
TRIBUN-MEDAN.com - Gereja Maria Annai Velangkanni Medan atau sering disebut Graha Maria Annai Velangkanni terletak di Jalan, Sakura III Nomor 7-10, Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara.
Gereja Katolik ini memiliki arsitektur bangunan bergaya India-Munghal yang sangat berbeda dengan arsitektur gereja yang ada di Kota Medan, Selasa (26/11/2019).
Dilihat dari jarak jauh, Graha Maria Annai Velangkanni ini terlihat seperti candi Budha bergaya Tibet karena kehadiran karakter India dan Cina pada desain arsitektur bangunan.
Kombinasi warna coklat, abu-abu, dan merah di bangunan ini, dan pagoda piramida di atasnya, memberi kesan sebuah biara Budha atau Hindu di suatu tempat di India.
Selain itu, dua anak tangga berkelok-kelok (satu di sebelah kanan, dan satu di sisi kiri bangunan) membawa anda ke lantai dua, menyerupai istana Kota Terlarang di Beijing, Negara China.
Bangunan Graha Maria Annai Velangkanni memilki simbol religius, dan semua simbo religius menghiasi bangunan yang selaras dengan struktur tempat suci, serta membentuk kesatuan yang indah.
Nilai estetika dan religius berbaur untuk mengungkapkan kebesaran dan misteri agung keagungan ilahi. Berikut keterangan delapan tempat yang ada di Gereja Maria Annai Velangkanni Medan memilki makna simbol religius.
1. Gerbang Masuk
Saat anda memasuki gerbang utama, anda akan mendapat sambutan inkulturatif dari rumah adat Sumatra Utara (rumah tradisional orang-orang Toba dan orang-orang dari suku Batak), yang menghiasi bagian atas pintu masuk. Juga pada bagian atas adalah gambar timbul dari Msgr. A.G.P. Datubara, mantan uskup agung Medan, yang menyambut pengunjung.
Patung-patung orang-orang dari berbagai ras dan budaya Indonesia di dinding sekitar Graha Maria melambangkan kesatuan diantara umat Allah; dan juga melambangkan bahwa setiap orang dan semua orang terlepas dari iman atau budaya disambut dengan Oasis Spiritualitas Kristen dan Penyembuhan ini.
2. Pusat Ziarah
Pengunjung dapat langsung merasa bahwa dia memasuki pusat ziarah yang merupakan “tempat sambutan dan pertemuan Allah dengan umat-Nya” ketika dia melihat jalan aspal berupa manusia yang sujud di hadapan keagungan Tuhan dan kedua lerengan yang mengarah ke lantai dua dimana sebuah patung besar Annai Velangkanni dengan bayinya Yesus berdiri, terlihat seperti dua tangan Maria yang menerima pengunjung dengan pelukan keibuan. Dua lerengan tersebut telah menjadi simbol tangan Perawan Maria yang merangkul umat manusia dengan cinta.
Tempat suci tersebut adalah bangunan penginjilan untuk menceritakan tentang sejarah keselamatan umat manusia, berdasarkan Alkitab dan ajaran-ajaran Gereja melalui format, simbolisme, ornamen patung dan lukisannya.
Berkeliling di kompleks Graha, dapat disadari bahwa keseluruhan pengajaran Alkitab, baik perjanjian lama maupun perjanjian baru telah digambarkan melalui berbagai lukisan, ukiran dan tulisan di sekitar tempat suci. Sama seperti dulu di Kristen Eropa, katedral abad pertengahan dikenal sebagai Biblia Pauperum (Kitab Orang Miskin). Tempat suci itu sendiri menjadi guru katekismus dan mewartakan sejarah keselamatan. Seseorang merindukan karakter tipe katekismus ini di begitu banyak gereja modern.
3. Menara Gereja dan Kubah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/gereja_maria_annai_velangkanni_medan.jpg)