Kepling Berharap Kasus Digigit Anjing Pitbull seperti Dialami Mishael jadi Pertama dan Terakhir
Agar dalam memelihara hewan terutama seperti anjing Pitbull lebih berhati-hati dan harus tahu bagaimana prosedur merawatnya yang benar.
Penulis: M.Andimaz Kahfi |
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kasus Mishael bocah berusia 8 tahun yang digigit anjing pitbull milik keluarga pada Sabtu (23/11/2019) sore, tampaknya bisa dijadikan pelajaran bagi masyarakat luas.
Agar dalam memelihara hewan terutama seperti anjing Pitbull lebih berhati-hati dan harus tahu bagaimana prosedur merawatnya yang benar.
Diketahui, anjing Pitbull bernama Pablo berusia setahun, tega menggigit tuannya bernama Mishael yang sudah mengurus hidupnya selama 5 bulan terakhir, sejak dititipkan pemilik yang pergi bekerja ke Kamboja.
Teranyar, Kepala Lingkungan (Kepling) 10, Sri Wahyuni (51) yang dijumpai dirumahnya mengatakan bahwa terakhir kalinya melihat rumah Mishael pada Selasa (26/11/2019).
"Terakhir kerumah Selasa kemarin. Tapi enggak bisa ngecek jadi nunggu di depan saja," kata Wahyuni, Jumat (29/11/2019).
Wahyuni menyebut bahwa posisi anjing masih berada di dalam. Menurut Zefry Tan ayah kandung korban, dalam kepercayaan mereka anjing tidak boleh dibunuh dan harus menunggu 3 bulan.
"Setelah 3 bulan baru bisa diserahkan ke dinas terkait. Kalau anjing ini dibunuh bisa berpengaruh ke kesehatan korban," katanya.
Terkait adanya dugaan yang beredar bahwa anjing Pitbull yang menggigit Mishael digunakan untuk hal tidak benar sebagai anjing petarung, Wahyuni mengaku tak tahu pasti kebenaran kabar tersebut.
"Sempat dengar tapi enggak tahu pasti dan tidak bisa juga memastikannya," ujarnya.
Wahyuni menjelaskan bahwa sempat ada dinas ketahanan pangan dan peternakan masuk kesitu. Tapi dia tidak tahu pasti apa yang dilakukan mereka disana. Mereka belum setahun menyewa, baru 10 bulan. Kalau dari kependudukan asal Kota Matsum dan sebelum tinggal di Tanjung Mulia, keluarga Zefry tinggal di daerah Brayan.
"Istrinya katering dan banyak Gojek yang datang untuk jeput makanan. Kalau suaminya tidak tahu kerjanya apa. Mungkin dia pengangguran," sebutnya.
Dilain sisi, Wahyuni berharap kejadian serupa tidak dan jangan pernah terjadi lagi. Kasihan anak-anak yang jadi korban. Belum lagi kalau sempat orang lain yang jadi korban. Tentu akan sangat membuat jadi berbahaya.
Memang dilokasi banyak masyarakat yang memelihara anjing. Tapi sebagian besar hanya memelihara anjing kampung, bukan anjing energik seperti Pitbull.
"Kita imbau sama masyarakat untuk lebih berhati-hati saat pelihara anjing. Kita sarankan agar anjing harus diurus dengan benar. Kalau bisa diikat dan jangan dilepas liarkan. Kalau malam Mungkin silahkan untuk jaga rumah," imbaunya.
Sementara itu, ayah korban Zefry Tan melalui akun Facebook miliknya sempat memosting kondisi terkini dari Mishael pada Kamis (28/11/2019) sekitar pukul 07.21 WIB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kondisi-mishael-yang-mulai-membaik-dan-sadar.jpg)