Sakit Diabetes Hingga Divonis Gagal Ginjal, Sugito Legenda PSMS Era 80-an Butuh Bantuan Dana

Salah satu pemain legen­daris PSMS Medan, Sugito, kini tengah menderita sakit dan harus menjalani pengobatan intensif di RS putri Hijau Medan.

Sakit Diabetes Hingga Divonis Gagal Ginjal, Sugito Legenda PSMS Era 80-an Butuh Bantuan Dana
Tribun Medan/Chandra Simarmata
Legenda PSMS Medan, Sugito difoto sembari memegang medali emas PON 1985. Akibat sakitnya, Sugito harus menjalani perawatan di RS Putri Hijau Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com - Salah satu pemain legen­daris PSMS Medan, Sugito, kini tengah menderita sakit dan harus menjalani pengobatan intensif di RS putri Hijau Medan hingga hari ini, Senin (16/12/2019).

Bukan sekali ini saja legenda PSMS yang pernah berduet dengan Djajang Nurjaman di posisi sayap saat masih membela Mercu Buana Galatama di era 1980-an ini dirawat di rumah sakit.

Terhitung sejak sebelas tahun terakhir, mulai 2008, Sugito memang divonis mengidap penyakit diabetes. Dampak sakitnya tersebut meluas dan sempat mengalami komplikasi serta menganggu mata.

Sebelumnya, pada akhir 2018 lalu, Sugito bahkan sempat dira­wat di RS Husada Jakarta karena pengelihatan mata kanannya terganggu diduga akibat penyakit diabetes yang diidap­nya tersebut. Parahnya, bahkan kini ia pun turut divonis mengalami gagal ginjal.

Beginilah kondisi Sugito saat ini yang juga mantan penggawa PSMS era 1970-an akhir hingga 1990-an ini. Pemain kelahiran Rambung Sialang 59 lalu itu sudah jauh berubah. Tak lagi kekar dan lincah seperti dulu. Ini bukan karena usianya yang semakin menua, tapi dampak dari penyakit yang menggerogoti tubuhnya.

"Sebelum ini saya harus operasi mata dampak dari diabetes. Dan sekarang, oleh dokter saya divonis gagal ginjal sehingga dua kali seminggu harus menjalani cuci darah,” kata Sugito saat dijenguk di RS Putri Hijau Medan baru-baru ini.

Banyak pecinta PSMS tentu tak lupa dengan sosok seorang Sugito.

Postur tubuhnya memang tidak begitu tinggi. Namun gocekan bolanya sangat mengangumkan di era jayanya. Dua, tiga bahkan empat pemain mampu dilewatinya. Hal itu didukung juga dengan kemampuannya berlarinya yang cukup kencang di masa mudanya itu. Pergerakannya pun lincah bak belut, dan tidak pernah mengenal rasa takut. Hal inilah terkadang membuat pemain bawah lawan harus bekerja ekstra keras bahkan harus bermain keras untuk menghadangnya mendekati kotak 16.

Dampak dari aksinya menerobos lini pertahanan lawannya tak jarang sampai membuatnya berulangkali jatuh bangun hingga terguling akibat dihadang stoper tim lawan. Bahkan pemain yang berposisi sebagai pemain depan ini sempat mengalami usus bocor akibat dipijak pemain bawah lawan.

Sugito juga sempat bercerita kenangan manisnya ketika berhasil meraih medali emas pada ajang Akbar Pekan Olahraga Nasional (PON) 1985. Apalagi dirinya juga turut menyumbangkan satu gol saat partai final melawan kesebelasan Irian Jaya waktu itu (Papua sekarang).

Halaman
12
Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved