TRIBUN WIKI

Monumen Sisingamagaraja XII di Medan Sebagai Tanda Jasa Mengenang Perjuangannya

Kota Medan banyak mimiliki monumen-monumen pahlawan daerah dan tokoh-tokoh yang berjasa pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Monumen Sisingamagaraja XII di Medan Sebagai Tanda Jasa Mengenang Perjuangannya
TRIBUN MEDAN/AQMARUL AKHYAR
Monumen Sisingamagaraja XII di Medan sebagai Tanda Jasa Mengenang Perjuangannya di Jalan Sisingamangaraja Nomor 82, Teladan Barat, Kota Medan, Minggu (22/12/2019 

TRIBUN-MEDAN.com - Kota Medan banyak mimiliki monumen-monumen pahlawan daerah dan tokoh-tokoh yang berjasa pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Salah satunya, Monumen Sisingamangaraja yang terletak di Jalan Sisingamangaraja Nomor 82, Teladan Barat, Kota Medan, Minggu (22/12/2019).

Hal ini tentunya dibuat untuk mengenang jasa perjuangannya atau jasa kepahlawannya dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.

Terutama, mengusir penjajah yaitu Belanda pada masa kolonialisme.

Tak hanyabitu saja, monumen ini juga dibangun karena Sisingamangaraja XII merupakan pahlawan nasional Indonesia.

Dalam kegigihan perjuangannya melawan dan mengusir Belanda dari tanah Toba telah menginspirasikan masyarakat Indonesia terutama masyarakat Medan.

Oleh sebab itu, masyakat medan dan pemerintah Kota Medan mengabadikan namanya sebagai nama jalan dan mendirikan monumen sisingamangaraja XII.

Menurut sejarawan Kota Medan dan selaku Pengamat Sosial Universitas Sumatera Utara, Wara Sinuhaji, mengatakatan bahwasanya Sisingamangaraja XXI asalnya dari Batak Toba, diamana desannya terletak di Danau Toba yaitu Desa Bakara. Di desa tersebutla Sisingamangaraja dari sejak pertama sampai ke dua belas.

Kemudian, Ia menjelasakan terkait monumen Sisingamangaraja XXI yang ada di Kota Medan merupakan bentuk untuk mengingatkan dan mengenalkan kepada generasi muda, bahwasanya Sisingamangaraja merupakan pahlawan yang berasal dari daerah yaitu Sumatera Utara, tepatnya Danau Toba.

Tidak hanya bangunan monumen saja, namun nama Sisingamaraja juga digunakan sebagai salah satu ruasa jalan. Hal ini sebagai bentuk mengenang dan mengingat jasa-jasanya dalam memerdekakan Indonesia dan mengusir penjajah Belanda dari Indonesia.

Halaman
12
Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved