Sidang Suap Wali Kota Medan

Terungkap Dzulmi Eldin Minta 6 Pejabat Tutupi Rp 1,2 Miliar Biaya Perjalanan ke Jepang

Dzulmi Eldin memerintahkan Samsul untuk meminta tambahan dana masing-masing kepada 6 kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD)

TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Terdakwa kasus suap bekas Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan Isa Ansyari kepada Walikota Dzulmi Eldin Rp 530 juta digelar di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (23/12/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Setelah pelaksanaan kunjungan ke Jepang selesai, lalu pada bulan Oktober 2019, Dzulmi Eldin S dan Samsul Fitri mendapat informasi dari Tandeanus selaku pemilik ERNI Tour& Travel bahwa masih ada hutang sejumlah Rp 900 juta. 

Atas informasi tersebut, Dzulmi Eldin memerintahkan Samsul untuk meminta tambahan dana masing-masing kepada 6 kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yakni Kepala BP2RD, Kadishub, Kadis PU, Kadis Perkim, Sekdisdik, dan Kadis Kesehatan.

Pertama Samsul disuruh meminta kepada Iswar dan Suherman serta Kepala OPD lainnya termasuk kepada terdakwa Isa Ansyari. Rencana permintaan dana itu disetujui oleh Dzulmi Eldin.

"Suherman selaku Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan sejumlah Rp 200 juta, lalu
Iswar Lubis selaku Kepala Dinas Perhubungan sejumlah Rp 200 juta. Terdakwa Isa sejumlah Rp250 juta," jelas Jaksa. 

Lalu Benny Iskandar selaku Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang  sejumlah Rp250 juta dan Johan selaku Sekretaris Dinas Pendidikan sejumlah Rp100 juta dan Edwin Effendi selaku Kepala Dinas Kesehatan sejumlah Rp 100 juta.

Terdakwa kasus suap bekas Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan Isa Ansyari kepada Walikota Dzulmi Eldin Rp 530 juta digelar di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (23/12/2019). 

Terdakwa Isa tampil necis, pria 47 tahun tampak mengenakan kemeja batik cokelat lengan panjang solo dengan celana bahan sepatu kets merek Skechers Hitam biru. 

Isa tampak didampingi dua tiga orang pegawai negeri sipil Pemko Medan yang berpakaian cokelat. Sebelum sidang dimulai ia tampak berdiskusi bahkan saling membahas kertas yang ada di dalam map. 

Dalam dakwaan Jaksa KPK Zainal Abidin disebutkan bahwa terdakwa Isa Ansyari selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan telah melakukan beberapa perbuatan yang mempunyai hubungan sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai perbuatan berlanjut, telah memberi atau menjanjikan sesuatu yaitu memberi sesuatu berupa uang.

Diantaranya sebesar Rp 20 juta sebanyak 4 kali hingga seluruhnya berjumlah Rp80 juta lalu sebesar Rp 200 juta, sebesar Rp 200 juta dan sebesar Rp 50 jufa hingga jumlah seluruhnya sebesar Rp 530 juta kepada Walikota Medan Dzulmi Eldin

Halaman
1234
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved