News Video

Benarkah Yesus Lahir Tanggal 25 Desember dan Diperingati Hari Natal? Ini Penjelasannya

Tanggal lahir Yesus Kristus banyak diperbincangkan. Meski demikian, umat Kristen di seluruh dunia tetap merayakannya pada 25 Desember

Tayang:

Lantas, dari mana munculnya tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus?

Perlu diketahui bahwa perayaan Natal pada tanggal 25 Desember beru dikenal secara meluas pada abad ke-4 ketika penganut agama Kristen diperbolehkan untuk beribadah secara terbuka.

Penjelasan paling standar yang dipercaya oleh sejarawan, dan banyak orang lainnya, selama berabad-abad adalah bahwa gereja berupaya untuk menyebarkan agama Kristen dengan merayakan Natal bersamaan dengan festival musim dingin pagan yang populer pada masa itu.

Namun, penjelasan ini dibantah oleh Fr. Richard Rutherford, C.S.C., profesor teologi emeritus di University of Portland.

Rutherford mengungkapkan bahwa dalam 50 tahun terakhir, sejarawan liturgi menemukan tulisan-tulisan awal gereja Kristen kuno yang mendeskripsikan kemunculan 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus.

Sejumlah pengunjung berada di wahana mandi busa yang merupakan wahana baru di Medan, Sumatera Utara, Rabu (25/12/2019).Tribun Medan/Riski Cahyadi
Sejumlah pengunjung berada di wahana mandi busa yang merupakan wahana baru di Medan, Sumatera Utara, Rabu (25/12/2019).Tribun Medan/Riski Cahyadi (Tribun Medan/Riski Cahyadi)

Tulisan-tulisan awal menunjukkan bahwa gereja Kristen merayakan konsepsi Yesus pada tanggal 25 Maret.

Pada tanggal itu pula, orang-orang Kristen percaya bahwa seorang malaikat memberi tahu Maria bahwa ia akan mengandung seorang anak oleh Roh Kudus yang akan menjadi Anak Allah.

Oleh karena itu, Rutherford menyimpulkan, jika Yesus dikandung pada 25 Maret, maka Ia akan dilahirkan sembilan bulan kemudian pada 25 Desember.

Terkait popularitas tanggal 25 Maret sebagai hari kelahiran Yesus, Rutherford berkata bahwa hal itu mungkin dipengaruhi oleh perayaan Paskah yang memang jauh lebih dulu dirayakan daripada Natal.

Gereja Kristen Awal meyakini bahwa Kristus disalib pada bulan Maret pada tanggal yang sama dengan konsepsi-Nya, yakni 25 Maret.

Ini membuat umat Kristen awal meyakini bahwa kelahiran, kematian dan kebangkitan Yesus saling terkait satu sama lain.

Buktinya, imbuh Rutherford, ada pada gambaran-gambaran Kristen awal yang mengilustrasikan Yesus yang masih anak-anak datang dengan menaiki salib. (*)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved