8 Bulan Pimpin Dairi, Eddy Berutu Beber Keberhasilan Peroleh Hak Paten Kopi Sidikalang

Pasangan Eddy Keleng Ate Berutu dan Jimmy Andrea Lukita Sihombing sudah 248 hari memimpin Kabupaten Dairi.

Editor: Juang Naibaho
Tribun-Medan.com/Dohu Lase
Bupati Dairi, Eddy Berutu (tengah) memaparkan beberapa capaian yang berhasil diraih selama kurun 8 bulan ia bersama Jimmy Sihombing memimpin Kabupaten Dairi, saat silaturahmi dengan insan pers Kabupaten Dairi di Sidikalang, Jumat (27/12/2019). 

8 Bulan Pimpin Dairi, Eddy Berutu Beber Keberhasilan Peroleh Hak Paten Kopi Sidikalang dan Bangun 2 Jembatan

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dohu Lase

TRIBUN-MEDAN.COM, DAIRI - Pasangan Eddy Keleng Ate Berutu dan Jimmy Andrea Lukita Sihombing sudah 248 hari atau 8 bulan memimpin Kabupaten Dairi, terhitung sejak hari pertama masuk kerja pada 24 April 2019 silam.

Masyarakat masih terus menanti janji kampanye duet Eddy-Jimmy dahulu, yaitu Perubahan.

Bupati Eddy Berutu, saat acara silahturahmi dengan insan pers Kabupaten Dairi, Jumat (27/12/2019) siang, mengakui perubahan yang dijanjikannya itu sulit terwujud. Sebab, kondisi Kabupaten Dairi saat ini cukup kompleks.

"Kami menjabat kurang lebih 8 bulan. Baru 8 bulan. Waktu perjuangan, penyampaian visi-misi, kami bilang akan membawa perubahan. Perubahan itu ingin kita lakukan berkesinambungan. Keadaan Kabupaten Dairi yang cukup kompleks ini membutuhkan waktu untuk mewujudkannya. Saya merasakan harapan yang besar dari masyarakat, agar perubahan itu terjadi," ucap Eddy.

Kendati demikian, sambung Eddy, ada beberapa capaian yang berhasil diraih selama kurun 8 bulan tersebut.

Di antaranya ialah pembangunan dua unit jembatan sepanjang total 19 meter dan perolehan hak indikasi geografis atas kopi robusta khas Sidikalang.

"Kita lebih banyak habis energi menyusun fundamen. Ada lima perda kita terbitkan bersama legislatif dalam delapan bulan kami memimpin. Lima perda yang cukup heavy-weight. Kelas berat," kata Eddy.

Eddy menguraikan 10 programnya yang telah terealisasi, yakni pengadaan bus sekolah gratis yang hanya melayani satu rute: Lae Pinang - Sidikalang, kemudian peluncuran layanan penanganan gawat darurat medis: Public Safety Center-911, lalu pembagian bibit gratis, penerapan Kartu Tani, pemasangan lampu jalan dan lampu lalulintas.

Selanjutnya, pembenahan manajemen RSUD Sidikalang, pembangunan satu puskesmas baru di Kecamatan Siempat Nempu Hulu, pengadaan alat berat dan pembenahan infrastruktur, perolehan hak indikasi geografis Kopi Sidikalang dari Kementerian ESDM.

Terakhir, pengajuan lima perda penting, yaitu Perda Pertanggungjawaban APBD Dairi 2018, Perda Pengesahan P-APBD Dairi 2019, Perda tentang Restrukturisasi Organisasi, Perda tentang RPJMD Dairi 2019-2024, dan Perda APBD Dairi 2020.

"Terhadap RSUD Sidikalang, kita sudah coba benahi. Namun, masih jauh dari harapan. Kemarin kita melakukan sedikit perubahan, tetapi ujung-ujungnya kembali ke soal SDM dan aneka peralatan yang masih kurang," ujar Eddy.

Untuk pembangunan infrastruktur, lanjut Eddy, yang terbangun selama 8 bulan ini ialah jalan aspal hotmix sepanjang 23,64 km, jalan aspal lapen sepanjang 41,52 km, dan dua unit jembatan sepanjang 19 m.

Lebih jauh, Eddy mengatakan, total APBD Dairi tahun 2020 adalah Rp1,222 triliun, dan hanya sekitar Rp75 miliar di antaranya yang akan digunakan untuk pembangunan jalan dan jembatan.

(cr16/tribun-medan.com)

Bupati Dairi, Eddy Berutu (tengah) memaparkan beberapa capaian yang berhasil diraih selama kurun 8 bulan ia bersama Jimmy Sihombing memimpin Kabupaten Dairi, saat silaturahmi dengan insan pers Kabupaten Dairi di Sidikalang, Jumat (27/12/2019). (TRIBUN MEDAN / DOHU LASE)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved