Volume Kendaraan Tinggi di Simpang Dua Siantar, Polisi Rekayasa Lalu Lintas Urai Kemacetan

Volume kendaraan di jalur lintas Kota Pematangsiantar - Parapat atau sebaliknya mengalami peningkatan yang tinggi

Penulis: Tommy Simatupang |
TRIBUN MEDAN/TOMMY SIMATUPANG
Kondisi arus lalu-lintas di Simpang Dua Kota Pematangsiantar, Senin (30/12/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Volume kendaraan di jalur lintas Kota Pematangsiantar - Parapat atau sebaliknya mengalami peningkatan yang tinggi, Senin (30/12/2019).

Kendaraan arus lalu-lintas tampak padat merayap. Bahkan mengalami antrean yang sangat panjang.

Amatan Tribun-Medan.com, kendaraan mengalami pelambatan dan antrean yang cukup panjang. Polisi melakukan berbagai pola untuk menimalisir kemacetan.

Tampak polisi berganti pola seperti sistem buka-tutup atau membuat satu jalur.

Polisi melakukan rekayasa lalu-lintas pada Simpang Dua Kota Pematangsiantar, tiap kendaraan yang datang dari arah Parapat harus langsung berbelok masuk ke jalan menuju Rindam. Kendaraan menuju ke Jalan Singa.

Hal ini untuk menghindar kemacetan di Jalan D.I Panjaitan.

Sementara, setiap kendaraan yang datang dari Siantar dilarang masuk ke jalan menuju Rindam.

Setiap kendaraan harus langsung lurus menuju Parapat.

Kendaraan yang melintas lebih banyak didominasi roda empat pribadi.

Begitu juga dengan bus angkutan antar kota.

Arus kendaraan diperkirakan semakin tinggi pada besok Selasa (31/12/2019).

Kasat Lantas Polres Siantar AKP Septian mengatakan kendaraan lebih banyak datang dari Kota Pematangsiantar dan Medan menuju Parapat.

Sehingga, kata AKP Septian pengendara yang ingin menuju Parapat dapat menggunakan jalur dari Jalan Bahkora.

Lalu, tembus ke Jalan Parapat. Hal untuk mengindari kemacetan di Simpang Dua.

"Kemungkinan dari Medan, Siantar banyak. Saya minta ke pengendara dari Medan dialihkan ke Bahkora diikuti saja karena lebih baik. Lewat Bahkora memang setengah jam lebih lambat,"ujarnya.

AKP Septian yang tengah patroli ini mengimbau untuk menghindari Simpang Dua lewat Jalan Bahkora.

"Lebih baik kita lewat dari Jalan Bahkora walaupun hanya lebih lama setengah jam. Dari pada alami macet satu jam,"katanya.

(tmy/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved