Hitung-hitungan Rokok Vs Vape, Mana yang Lebih Hemat Gak Bikin Kantong Kering

Tepat pada 1 Januari 2020 lalu harga rokok di Indonesia naik, akibat Pemerintah Republik Indonesia (RI) menaikan tarif cukai rokok

6okean
Ilustrasi Vape 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Tepat pada 1 Januari 2020 lalu harga rokok di Indonesia naik, akibat Pemerintah Republik Indonesia (RI) menaikan tarif cukai rokok.

"Harga rokok naik sudah wajar soalnya kita lihat di luar negeri juga sudah mahal harga rokok. Harga satu bungkus rokok itu mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 200 ribuan," ucap Pelaku Usaha Vape di Medan, Felix Christian, Sabtu (4/1/2020).

Vape masuk Indonesia mulai tahun 2012 namun vape tidak langsung terkenal seperti rokok konvensional karena kurangnya pengetahuan orang Indonesia tentang vape.

"Zaman pertama kali masuk vape ke Indonesia itu harga vape mahal, dulu satu liquid vape itu Rp 450 ribu, tapi sekarang sudah tergolong murah, satu botol liquid harganya lebih kurang Rp 75 ribu hingga Rp 250 ribu," ungkap Felix.

Ia menjelaskan liquid vape memiliki beragam merek diantaranya merek lokal (Indonesia), US, dan Malaysia.

Harga liquid vape lokal senilai Rp 75 ribu sampai Rp 250 ribu, liquid vape US mulai Rp 100 ribu hingga Rp 750 ribu dan liquid vape Malaysia mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 180 ribu.

Felix menyakini biaya penggunaan vape lebih murah dibandingkan dengan rokok. "Harga rokok itu Rp 50 ribu per hari, tapi harga liqued vape itu Rp 250 ribu, sekitar satu bulan baru habis jadi lebih hemat,"jelasnya.

Kata Felix, rasa liquid vape pun kian beragam yakni rasa buah, rasa kue, rasa chitato, rasa indomie dan sebagainya.

"Rasanya itu ada rasa buah strawberry, mangga, apel, anggur, ada juga rasa kue rasa cheese cake. Untuk yang paling laris itu tergantung keinginan konsumen, ada yang suka rasa buah, ada juga yang suka rasa kue," tambahnya.

Dikatakannya, harga rokok yang naik dan didukung dengan legalnya vape, penjualan vapenya naik signifikan sebesar 25 persen.

"Tarif cukai rokok naik, kemungkinan besar kabarnya akan naik juga untuk cukai liquid vape," tambahnya.

Felix mengaku bisnis vape ini menjanjikan, bisa dilihat semakin banyaknya pelaku usaha vape khususnya di Kota Medan.

"Untuk harga device vape itu beragam antara lain Dotmod harganya lebih kurang Rp 1 juta hingga Rp 5 juta, Hexohm harganya mulai dari Rp 3,2 juta hingga Rp 30 juta. Kita juga punya device vape local yakni Kuy, Upods, Banaspati dan lain-lain," ujarnya.

Diakui Felix, harga vape juga pernah menyentuh angka Rp 100 juta. "Kalau lelang, harga vape itu pernah mencapai Rp 100 juta," katanya.

(nat/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved