News Video

Sikap Terbaru TNI di Laut Natuna, Tegaskan tak Akan Ada Perang dengan China

China klaim Laut Natuna, hal ini sontak membuat Pemerintah Indonesia berang. Wilayah itu merupakan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia

TRIBUN-MEDAN.COM - China klaim Laut Natuna, hal ini sontak membuat Pemerintah Indonesia berang.

Masuknya kapal penangkap ikan dan kapal penjaga pantai (coast guard) China di wilayah perairan Natuna dikecam berbagai pihak.

Terlebih lagi, batas perairan Natuna yang dilanggar China merupakan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

Natuna Simpan Cadangan Gas Raksasa, Benarkah China Mau Ngetes Prabowo Hingga Edhy?

Menantang, Kapal China Bertahan Curi Ikan di Perairan Natuna, TNI Tambah Kekuatan 6 Kapal Perang

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I TNI Laksamana Madya TNI Yudo Margono mengatakan, pelanggaran wilayah yang dilakukan oleh kapal ikan asing di wilayah ZEE Indonesia merupakan ancaman pelanggaran batas wilayah.

Namun, ia menegaskan tidak akan perang di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, menyusul masuknya kapal penjaga pantai China itu.

"Tidak akan perang, itu terlalu dibesar-besarkan," kata Laksamana Madya TNI Yudo Margono kepada wartawan di Natuna, Sabtu (4/1/2020), seperti dikutip dari Antara.

Kapal penjaga pantai (coast guard) China yang membandel mengawal kapal nelayan China mencuri ikan di perairan Indonesia, Natuna.
Kapal penjaga pantai (coast guard) China yang membandel mengawal kapal nelayan China mencuri ikan di perairan Indonesia, Natuna. (globalnation.inquirer.net)

Beda Susi Pudjiastuti & Prabowo Subianto terkait Kapal China Terlibat Pencurian Ikan di Laut Natuna

Klaim China di Laut Natuna, Reaksi Menlu Retno Marsudi, Prabowo Bilang Kita Cool Saja, Kita Santai

Ia mengatakan, hubungan strategis yang selama ini terjalin baik antara Indonesia dan China akan tetap dipertahankan.

Sambungnya, keberadaan kapal penjaga pantai dan pencari ikan China di ZEE Indonesia dinilai memancing suasana menjadi keruh.

Padahal, kata Yudo, Pemerintah China sudah mengakui bahwa perairan itu adalah ZEE Indonesia.

"Sekarang, dua tahun kemudian mengingkari dengan mendatangkan coast guard'," katanya.

Penjaga pantai alias coast guard, kata dia, adalah produk pemerintah. Jadi semestinya memahami aturan internasional dan kebijakan negaranya.

"Makanya, tadi KRI kami suruh pahamkan kepada mereka. Anda adalah kapal pemerintah yang sebenarnya sudah tahu aturan internasional, sudah tahu kebijakan pemerintah Anda, kok masih ngotot seperti ini," kata mantan Panglima Komando Armada Indonesia Kawasan Barat TNI AL itu.

Ia berharap dalam dua hingga tiga hari ke depan sudah ada perkembangan lanjutan di Natuna.

Kepastian dan eksistensi ZEE Indonesia sudah ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 5/1983 tentang ZEE Indonesia, yang di antaranya mengatur persyaratan dan perizinan resmi bagi siapa saja pribadi atau badan hukum asing dari Pemerintah Indonesia jika dia ingin mengeksplorasi dan mengeksploitasi SDA hayati dan non-hayati, potensi ekonomi alami, dan lain-lain.

UU ZEE ini diakui secara internasional. (*)

Berita ini sudah terbit di Kompas.com dengan judul TNI Tegaskan Tak Akan Perang di Natuna

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved