Begal di Titi Kuning
Begal di Titi Kuning Bawa Celurit, Tangan Korban Patah Usai Ditebas
Pria yang bekerja sebagai karyawan perusahaan swasta ini mendapat perawatan medis karena ditebas kawanan begal di kawasan Titikuning.
Ditemani istrinya, Wakid yang masih terbaring lemah mengatakan bahwa dirinya tidak banyak menuntut.
"Saya berharap polisi bisa mengamankan pelaku, agar tidak ada korban lainnya.
Kedua pelaku sangat kejam.
Saya tidak berharap banyak, sepeda motor saya, ya sudah diikhlaskan.
Saya cuma ingin ketemu sama pelakunya, bersalaman, semoga ia segera bertaubat," tutur Wakid.
Tangan Wakid, saat ditemui masih dalam keadaan diimpus, tubuhnya hanya ditutup dengan baju batik oranye dan menggunakan selimut hijau.
Saat ditanya apakah Wakid mengenali ciri-ciri pelaku.
Pria berusia 63 tahun ini menjelaskan bahwa dirinya tidak begitu mengingat dengan jelas.
"Kalau yang bacok tangan saya, orangnya tinggi dan tidak terlalu besar.
Saya dibacok membabi buta.
Sampai patah tangan saya.
Sementara, satu pelaku lainnya bertubuh kecil," pungkasnya.
Pembegalan yang dialami Wakid terekam CCTV dan beredar di sejumlah media sosial.
Kejadian berawal saat korban mengendarai sepeda motor jenis trail diikuti dua pria berboncengan dengan sepeda motor.
Setelah sepeda motor pelaku dan korban sejajar, korban lalu dipaksa berhenti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/korban_begal_titi_rantai.jpg)