Lina Kemungkinan Diracun? Penjelasan Polisi dan Dokter Forensik, Kecurigaan dan Tes Racun Jenazah

Lina Kemungkinan Diracun? Penjelasan Polisi dan Dokter Forensik, Kecurigaan dan Tes Racun Jenazah

Tayang:
Editor: Salomo Tarigan
TribunJabar.id/ Mega Nugraha
Lina Kemungkinan Diracun? Penjelasan Polisi dan Dokter Forensik, Kecurigaan dan Tes Racun Jenazah 

Lina Kemungkinan Diracun? Penjelasan Polisi dan Dokter Forensik, Kecurigaan dan Tes Racun Jenazah

T R I B U N-MEDAN.com - Lina Kemungkinan Diracun? Penjelasan Polisi dan Dokter Forensik, Kecurigaan dan Tes Racun Jenazah.

//

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jabar, Kombes Saptono Erlangga Waskitoroso sempat ditanya terkait kemungkinan keracunan Mantan istri komedian Sule, Lina Zubaedah.

Link Live Streaming Liverpool vs Tottenham, Siaran Langsung Liga Inggris Diprediksi Seru

Liverpool vs Tottenham, Jelang Big Match Liga Inggris, Mohamed Salah dkk Belum Terkalahkan

Pertanyaan itu datang dari presenter Apa Kabar Indonesia Malam tvOne pada Jumat (10/1/2020).

"Pak apa sebenarnya fungsi dari tes racun atau toxicology terhadap jenazah, apakah ada kecurigaan bahwa faktor racun yang menjadi penyebab kematian?," tanya presenter.

Evan Dimas Cuma Dikontrak Setahun oleh Persija, Ini Alasannya!

Kombes Saptono menjelaskan bahwa jika ada seseorang melaporkan ada ketidakwajaran dalam suatu kematian, maka kemungkinan-kemungkinan banyak terjadi.

"Saya kira di dalam proses autopsi, ini kan tentu kemungkinan-kemungkinan terjadi ya karena yang dilaporkan oleh saudara Rizky, saudaranya menyampaikan ketidakwajaran."

"Nah ketidakwajaran ini tentunya banyak sebagai penyebab, sebagai kemungkinan dari kekerasan, kemungkinan faktor ya keracunan," jelas Kombes Saptono.

BABAK BARU Kasus Suap - Muncul Izin Dewan Pengawas, KPK Siap Geledah Kantor PDI Perjuangan?

Banyak kemungkinan terjadi, termasuk keracunan.

"Kalau minum obat menjadi penyebab keracunan, nah ini yang perlu diteliti oleh dari forensik melalui laboratorium," lanjutnya.

Sementara itu, Ahli Forensik yang hadir di acara tersebut, dr. Mira Wiryaningsih, mengatakan bahwa mengautopsi jenazah yang sudah dikubur itu memerlukan ketelitian.

Segala hal untuk kebutuhan sampel harus dilakukan.

Pernah Rugi Rp 410 Miliar, Rekam Jejak Dugaan Korupsi di PT ASABRI Sejak 1995

"Oke jadi pada kasus ini kan sampai gali kubur, otomatis kita mengambil sampel itu jangan sampai kita ada yang kelupaan kita gali lagi gitu," ucap  Mira.

Sedangkan saat mengautopsi, semua petugas harus bebas dari dugaan-dugaan awal.

"Ketika kita melakukan pemeriksaan, autopsi pada penggalian kubur kita harus menyingkirkan segala kemungkinan penyebab kematian yang ada," ucapnya.

Makam Lina Jubaedah di TPU Sekelimus diuruk kembali setelah jenazahnya diautopsi sebelum dipindah ke TPU Nagrog, Kamis (9/1/2020).
Makam Lina Jubaedah di TPU Sekelimus diuruk kembali setelah jenazahnya diautopsi sebelum dipindah ke TPU Nagrog, Kamis (9/1/2020). (Tribunjabar/Mega Nugraha)

Lantaran ketidakwajaran suatu kematian bisa disebabkan banyak hal, maka sampel toxicology memang dibutuhkan untuk segala kasus autopsi.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved