Ladang Anggrek di Jalan Pelajar Jadi Tempat Berfoto dan Syuting Video Favorit

Ada 30 ribu lebih anggrek yang dibudidayakan di sini. Ukurannya pun beragam, mulai yang masih setinggi 20 centimeter hingga setengah meter.

Tayang:
Penulis: Alija Magribi |
Tribun Medan/Alija Magribi
Seorang mahasiswi meneliti anggrek di Ladang Anggrek, Jalan Pelajar, Kota Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com-Ladang anggrek di Jalan Pelajar, Kelurahan Teladan Timur, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, bisa jadi oase di tengah kota bagi pecinta bunga.

Ada 30 ribu lebih anggrek yang dibudidayakan di sini.  Ukurannya pun beragam, mulai yang masih setinggi 20 centimeter hingga setengah meter.

Hendra Harahap, mandor Ladang Anggrek menuturkan mulanya keberadaan Anggrek di Jalan Pelajar adalah hobi. Namun tak ada yang menyangka, tangan manis membuat Ladang Anggrek berkembang sehingga menjadi penjual anggrek. Selain di Medan, Ladang Anggrek yang sama juga dapat ditemui di Tiga Dolok, Kab. Simalungun.

"Jadi di sini, banyak yang datang untuk membeli. Ada juga yang cuma ingin mengambil gambar atau buat vlog. Ya, silakan. Kalau mau datang pagi, bisa melihat langsung bagaimana perawatan anggrek," ujarnya.

Pria 31 tahun ini menyampaikan anggrek dijual mulai dari Rp 60 ribu hingga Rp 150 ribu sesuai ukuran bunga anggrek. Harga tersebut termaksud terjangkau mengingat anggrek masih menjadi primadona tanaman hias yang butuh kedisiplinan untuk merawatnya. 

Adapun jenis anggrek yang ditanam di sini adalah Dendrobium, salah satu marga anggrek yang biasa digunakan sebagai tanaman hias ruang atau taman. Bunganya sangat bervariasi dan indah. Dendrobium relatif mudah dipelihara dan berbunga.

Pola pertumbuhan anggrek Dendrobium bertipe sim podial, artinya memiliki pertumbuhan ujung batang terbatas. Batang ini tumbuh terus dan akan berhenti setelah mencapai batas maksimum. 

Pertumbuhan ini akan dilanjutkan oleh anakan baru yang tumbuh di sampingnya. Pada anggrek simpodial ini terdapat penghubung yang disebut rhizoma atau batang di bawah tanah. 

Dari rhizoma ini akan keluar tunas anakan baru. Di antara rhizoma dan daun ada semacam umbi yang disebut pseudobulb (umbi palsu). Ukuran maupun bentuk pseudobulb bervariasi.

Anggrek Dendrobium membutuhkan sinar matahari dengan sedang sampai tinggi, tergantung dari jenis Dendrobium. Apabila suhu terlalu tinggi dapat dibantu dengan pengkabutan dengan penggunaan semprotan untuk menghindari penguapan yang lebih besar.

Di Ladang ini, anggrek Dendrobium disilang oleh beberapa Anggrek aendrobium lainnya sehingga memiliki warna yang beragam, tak hanya berwarna dasar ungu dan putih saja, banyak anggrek ditemui berwarna kuning, merah, oranye dan selang seling.

"Jadi dahulu tahun 1980-an enggak banyak warga bisa menanam anggrek. Tumbuhan ini termasuk langka dan sulit ditanam. Namun persepsi tersebut berubah, yang mana anggrek mulai bisa ditanam massal," ujar Hendra seraya menyebut usia ladang Anggrek mencapai 30 tahun.

Selain Anggrek Dendrobium, ada juga anggrek bulan dan beberapa media tanam yang layak untuk dipelajari sebelum menggeluti bisnis atau menghiasi rumah dengan bunga anggrek. 

Bagi masyarakat yang ingin berkunjung, silakan datang mulai pagi hingga sore hari. Ke depan, Ladang Anggrek ini akan dilengkapi dengan cafe untuk tempat beristirahat dan lebih mengenal varietas lainnya selain Anggrek dari para petani yang merawatnya. (cr15/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved