Kecewa Performa Pelatih PSMS Medan, SMeCK Hooligan Boikot Laga Edy Rahmayadi Cup

Kekalahan PSMS Medan atas Felda United pada Turnamen Edy Rahmayadi Cup di Stadion Teladan, Kamis kemarin, menuai reaksi keras dari pendukung

Kecewa Performa Pelatih PSMS Medan, SMeCK Hooligan Boikot Laga Edy Rahmayadi Cup
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Pemain PSMS Medan berusaha melewati kawalan pemain Felda United FC pada pertandingan Edy Rahmayadi Cup di Stadion Teladan, Medan, Rabu (16/1/2020). Felda United FC berhasil lolos ke final setelah menang atas PSMS Medan dengan skor 2-1. 

Kecewa Performa Pelatih PSMS Medan, SMeCK Hooligan Boikot Laga Edy Rahmayadi Cup

Laporan Wartawan Tribun Medan Ilham Fazrir Harahap

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kekalahan PSMS Medan atas Felda United pada Turnamen Edy Rahmayadi Cup di Stadion Teladan, Kamis (16/1/2020) kemarin, menuai reaksi keras dari pendukung fanatik Ayam Kinantan.

Kelompok suporter SMeCK Hooligan sepakat memboikot laga PSMS kontra Penang FA pada Sabtu (18/1/2020) nanti.

Lewat akun instagram @smeckhooligan, Jumat (17/1/2020), mereka mengkritik kebijakan manajemen PSMS merekrut Philip Hansen dan akan memboikot laga terakhir PSMS di Edy Rahmayadi Cup, Sabtu (18/1).

Ada lima poin statemen yang mereka sampaikan berdasarkan hasil rapat.

Berikut poin yang disampaikan SMeCK Hooligan:

1. Sistem perekrutan pemain yang tidak profesional.

Di era sepak bola yang modern sistem perekrutan pemain dalam sebuah tim profesional tidaklah harus selalu melakukan sistem kuno trial/seleksi, mengingat track record calon pemain yang sama-sama sudah kita ketahui kualitasnya. Cukup dengan cara tes medis untuk mengetahui kondisi fisik dan riwayat cedera, terkecuali untuk pemain amatir.

2. Track record yang biasa-biasa saja selama menukangi beberapa tim.

Halaman
12
Penulis: Ilham Fazrir Harahap
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved