News Video

Ini Makna Jumlah Hio yang Dibakar Dalam Kepercayaan Orang Tionghoa

Hio adalah dupa yang digunakan oleh masyarakat Tionghoa sebagai pelengkap dalam ritual ibadah.

Ini Makna Jumlah Hio yang Dibakar Dalam Kepercayaan Orang Tionghoa

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Para pekerja terlihat menyelesaikan proses pembuatan hio di salah satu industri perajin di Jalan TB Simatupang, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Sabtu (18/1/2020).

Baik dari pembuatan batang, pewarnaan hingga desain naga semua dikerjakan secara detail agar mendapatkan hasil yang terbaik.

Hio adalah dupa yang digunakan oleh masyarakat Tionghoa sebagai pelengkap dalam ritual ibadah.

Hio berarti harum. Sesuai dengan arti namanya, hio mengeluarkan wangi yang khas ketika dibakar.

Umumnya, hio untuk sembahyang berwarna merah.

Perajin menyelesaikan proses pembuatan hio di salah satu industri rumah tangga di Jalan TB Simatupang, Medan, Sabtu (18/1/2020). Menjelang Tahun Baru Imlek pengusaha Hio, mengaku permintaan pasar menurun dibandingkan tahun lalu.
Perajin menyelesaikan proses pembuatan hio di salah satu industri rumah tangga di Jalan TB Simatupang, Medan, Sabtu (18/1/2020). Menjelang Tahun Baru Imlek pengusaha Hio, mengaku permintaan pasar menurun dibandingkan tahun lalu. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Penganut agama Buddha, Tao, atau Konghucu, pasti akan menganggap bahwa persembahyangan mereka kurang khusyuk apabila tidak menggunakan hio.

Rika sebagai Manager Gudang mengatakan, sebulan sebelum Imlek sudah mulai memproduksi hio dan sudah mulai banyak orderan.

Namun, penjualan hio tahun ini menurun dibandingkan tahun lalu.

"Untuk produksi kita sudah mulai sebulan lalu, dan H-7 Imlek sudah semua kita kirim," kata Rika.

"Pengiriman di Sumatera Utara, dan beberapa kota di Pulau Sumatera dan Jawa, seperti Riau, Batam, Jambi, Palembang hingga Jakarta," sambungnya.

Perajin menyelesaikan proses pembuatan hio di salah satu industri rumah tangga di Jalan TB Simatupang, Medan, Sabtu (18/1/2020). Menjelang Tahun Baru Imlek pengusaha Hio, mengaku permintaan pasar menurun dibandingkan tahun lalu.
Perajin menyelesaikan proses pembuatan hio di salah satu industri rumah tangga di Jalan TB Simatupang, Medan, Sabtu (18/1/2020). Menjelang Tahun Baru Imlek pengusaha Hio, mengaku permintaan pasar menurun dibandingkan tahun lalu. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Dijelaskan Rika, bahwa penjualan hio tahun ini sedikit menurun dibanding tahun lalu. Karena sejak satu bulan sebelum perayaan Tahun Baru Imlek, industri pembuatan hio mulai mempersiapkan stok sebanyak-banyaknya.

Hio dijual dengan harga bervariasai sesuai ukurannya mulai dari Rp 8 ribu sampai ratusan ribu rupiah per batang hio.

Untuk diketahui, tidak hanya orang Tionghoa, umat Hindu pun menggunakan Hio dalam ibadah mereka. Tentu saja dengan nama yang berbeda.

Jumlah Hio yang dibakar dalam setiap peribadatan bervariasi, sesuai dengan kepercayaan masing-masing individu.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved