News Video
Rumah Briket Ajak Masyarakat Ubah Mindset, Buat Arang Sehat Dari Sampah Organik
Usaha rumahan yang mengelola sampah organik, Rumah Briket sudah menjadi sebuah industri kecil yang inspiratif.
Rumah Briket Ajak Masyarakat Ubah Mindset, Buat Arang Sehat Dari Sampah Organik
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Usaha rumahan yang mengelola sampah organik, Rumah Briket sudah menjadi sebuah industri kecil yang inspiratif.
Selain memanfaatkan sampah organik, Rumah Briket juga memproduksi arang sehat yang bernilai jual serta tidak menghasilkan residu sedikitpun (zero waste).
Bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumut Rumah Briket membuat pelatihan pembuatan arang sehat di Pendopo Universitas Sumatera Utara (USU) Senin (20/1/2020).
Dalam pengorganisiran kegiatan, dibantu oleh Try To Zero Waste (TTZW) Medan.
"Paling penting adalah soal mindset, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Sampah adalah bahan sisa produksi yang tidak bisa digunakan lagi, intinya sisa, tidak berharga," kata Rena, pemilik Rumah Briket Sampah Senin (20/1/2020).
Rena menuturkan bahwa selama ini yang terjadi adalah kesalahan pola pikir yang ada di masyarakat, yakni memikirkan sampah adalah sesuatu yang tidak berguna.
Hal itu, menurutnya yang menjadikan masalah penumpukan sampah yang terjadi selama ini benar-benar menjadi masalah yang pelik dan sulit ditemukan solusinya.
"Contohnya saja coba kita lihat di pinggir jalan, seseorang minum es misalnya, kalau sudah habis esnya wadahnya langsung dibuang begitu saja, kenapa? Karena menganggap sampah itu tidak berguna makanya dibuang," tambahnya.
Alumni Fakultas Teknik USU ini mengatakan bahwa sangat penting untuk berinisiatif dalam menciptakan sesuatu, terkhusus yang dapat memberi solusi atas masalah yang tengah dihadapi.
"Ini arang dari rumah briket ini Saya jual, jadi punya nilai ekonomis, bayangkan saja sesuatu yang awalnya tidak berharga menjadi sangat berharga," katanya.
Arang dari briket sampah ini dibuat dari hasil pembakaran sampah organik.
Arang ini bebas asap dan bau, serta hasil makanan yang dibakar tidak dapat memicu kanker.
Pelatihan pembuatan arang sehat ini dihadiri oleh mahasiswa, ibu rumah tangga, pegawai, dan relawan-relawan dari berbagai komunitas.
"Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai kalangan, mahasiswa, ibu rumah tangga, pegawai, dan sebagainya," kata Aswin, sekretaris TTZW Medan.