Imelda Liana Ritonga Dilantik Jadi Rektor Universitas Imelda Medan

Ketua Yayasan Imelda Medan, H Raja Imran Ritonga, melantik Imelda Liana Ritonga sebagai Rektor Universitas Imelda Medan masa bakti 2020-2024,

Editor: Juang Naibaho
Tribun-Medan.com/Natalin Sinaga
Ketua Yayasan Imelda Medan Dr H Raja Imran Ritonga MSc melantik Dr dr Imelda Liana Ritonga SKp MPd MN sebagai Rektor Universitas Imelda Medan masa bakti 2020-2024, bertempat di Aula Universitas Imelda Medan, Jalan Bilal Medan, Kamis (23/1/2020). 

Imelda Liana Ritonga Dilantik Jadi Rektor Universitas Imelda Medan

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Natalin Sinaga

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Ketua Yayasan Imelda Medan, H Raja Imran Ritonga, melantik Imelda Liana Ritonga sebagai Rektor Universitas Imelda Medan masa bakti 2020-2024, bertempat di Aula Universitas Imelda Medan, Jalan Bilal Medan, Kamis (23/1/2020).

Pada kesempatan itu, Imelda Liana Ritonga menceritakan tentang sejarah Universitas Imelda yang berada di bawah Yayasan Imelda.

Yayasan Imelda diawali dari klinik bersalin dan kemudian menjadi rumah sakit yang kini dikenal dengan nama Rumah Sakit Imelda Pekerja Indonesia.

Di samping itu, Yayasan Imelda bergerak di bidang pendidikan pada tahun 1992 dimulai menjadi Akademi Keperawatan, kemudian pada tahun 2000 menjadi Akademi Kebidanan, setelah itu menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Imelda.

"Tahun 2019 bulan Oktober lalu, kita diberi izin untuk menggabungkan Akademi Komputer dengan STIKes Imelda menjadi Universitas Imelda Medan dan saat ini kita membina 13 program studi," kata Imelda.

Diakuinya, saat ini ada dua program studi yang baru yakni S1 Pariwisata dan S1 Ekonomi Syariah.

Ia menyakini program studi ini akan menjadi program studi unggulan sebab program studi tersebut langka dan tidak banyak universitas yang memiliki program studi ini.

Ia menjelaskan pihaknya akan semakin meningkatkan pembelajaraan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Setiap program studi akan dibenahi sehingga semakin sesuai dengan kebutuhan atau perekrutan tenaga kerja.

"Kurikulum tetap kita sempurnakan, kita perlu buat penelitian sesuai dengan ilmunya. Kita juga ada namanya pola penelitian ini, kita publikasi seputar produk produk perguruan tinggi. Setelah ada penelitian kita ingin mengabdi kepada masyarakat dan banyak sebenarnya masalah yang ada di masyarakat yang bisa dibenahi oleh perguruan tinggi dan diajarkan kepada masyarakat," tambahnya.

Kata Imelda, pihaknya memiliki 700 tenaga kerja lebih kurang untuk instansi yang berkerja di bawah Yayasan Imelda.

"Saat ini mahasiswa kita ada lebih kurang 1.500 dan sedang berproses di perguruan tinggi, untuk alumni tentu telah menyebar di seluruh Indonesia bahkan juga sudah bekerja di luar negeri," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Imelda Medan, Raja Imran Ritonga, mengajak sejumlah universitas di Kota Medan untuk bekerjasama guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved