Bupati Ashari Tambunan Beri Target Dua Minggu untuk OPD Optimalkan Smart City
Bupati Ashari Tambunan Beri Target Dua Minggu untuk OPD Optimalkan Smart City
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Juang Naibaho
Bupati Ashari Tambunan Beri Target Dua Minggu untuk OPD Optimalkan Smart City
TRIBUN-MEDAN.com - Konsep Smart City yang dilakukan oleh Pemkab Deliserdang hingga kini belum berjalan maksimal.
Walaupun saat ini banyak pemerintahan sudah mengembangkan teknologi dan IT dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, namun tidak demikian halnya dengan Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Deliserdang.
Terkait hal ini Bupati Deliserdang, Ashari Tambunan pun langsung memberi target agar dalam dua pekan ke depan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat membantu Kominfo menjalankan konsep Smart City.
Selama ini dianggap OPD belum berperan banyak untuk mengembangkan Smart City di Deliserdang.
"Dua minggu ini harus ada kemajuan dan harus didukung oleh semua OPD. Saya minta kepada Asisten I, Asisten II dan Inspektorat untuk mengawal ini," ujar Ashari Tambunan ketika memimpin rapat pertemuan dengan OPD di gedung Live Center Dinas Kominfo Deliserdang Senin, (27/1/2020).
Ashari menyebut pada saat ini teknologi informasi harus bisa dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Karena Smart City adalah Kota Cerdas ia meminta agar ketersediaan data dapat diberikan secara akurat oleh OPD kepada Dinas Kominfo sebagai wali data.
Saat membahas lebih dalam tentang Smart City ini, Ashari pun sempat heran dengan banyaknya jumlah pengaduan masyarakat yang sudah masuk namun belum ditindaklanjuti oleh OPD. Padahal semua OPD sudah diberi bimtek oleh Diskominfo untuk menjawab pengaduan.
Saat itu pihak Dinas Kominfo memaparkan bahwa sejak Agustus 2019 terhitung sudah 3.280 pengaduan masyarakat yang masuk. Dari jumlah itu dipaparkan bahwa baru 600 keluhan yang sudah ditindaklanjuti.
Beragam persoalan yang ditanyakan mulai dari persoalan masalah administrasi kependudukan yang belum terlayani dengan baik, kebersihan hingga persoalan kerusakan jalan.
Sementara itu, Kadis Kominfo Deliserdang, Haris Binar Ginting meminta OPD lain dapat satu pemikiran dengan pihaknya.
Hal ini bertujuan untuk memperbaiki pelayanan publik terhadap masyarakat.
"Gedung ini saja (Live Center) sudah kita bangun Rp 1,4 miliar. Kalaulah kami tidak mendapat dukungan dari masing-masing OPD tentu apa yang kita cita-citakan tidaklah mungkin tercapai. Kami hanya butuh data, kalau ada data mimpi akan jadi nyata, tolonglah jangan dipandang sebelah mata dinas ini. Sudah ada padahal 82 kabupaten mengadopsi Smart City yang kita miliki," kata Haris.
Informasi yang didapat saat ini Dinas Kominfo masih belum dapat menjalankan Smart City dengan maksimal karena dinas belum memberikan data lengkap yang dimiliki.
"Nah kalau ada pengaduan yang masuk kita sampaikan ke OPD terkait. Kalau pengaduan masalah tentang KTP, pengaduannya akan kita teruskan ke Dinas Capil. Kalau masalah sampah kita teruskan ke kecamatan," kata Haris.
Ia menjelaskan, Smart City merupakan wilayah kota yang telah mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam tata kelola sehari-hari, dengan tujuan untuk mempertinggi efisiensi, memperbaiki pelayanan publik, dan meningkatkan kesejahteraan warga. (dra/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bupati-deliserdang-pantau-konsep-smart-city.jpg)