Antisipasi Virus Corona, Imigrasi Siantar Perketat Kedatangan Penumpang di Bandara Silangit

Antisipasi Virus Corona, Imigrasi Siantar Perketat Kedatangan Penumpang di Bandara Silangit

Penulis: Tommy Simatupang | Editor: Juang Naibaho
Tribun-Medan.com/Tommy Simatupang
Kepala Kantor Imigrasi Klas II Kota Pematangsiantar, Viktor Manurung saat diwawancari di kantornya, Jalan Lintas Siantar-Medan KM 11,5 Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Kamis (30/1/2020). 

Antisipasi Virus Corona, Imigrasi Siantar Perketat Kedatangan Penumpang di Bandara Silangit

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Wabah virus corona yang mengakibatkan puluhan orang meninggal dunia di Wuhan, China menjadi atensi dunia. Apalagi, negara-negara tetangga yang berdekatan dengan China.

Kepala Kantor Imigrasi Klas II Kota Pematangsiantar Viktor Manurung mengatakan telah memperketat kedatangan penumpang di Bandara Silangit, Tapanuli Utara. Apalagi, kedatangan penumpang dari Kuala Lumpur, Malaysia.

Viktor mengatakan petugas imigrasi bersama tim Dinas Kesehatan sudah berjaga di bandara untuk melakukan karantina pengunjung.

Pengunjung harus melewati ruangan Custom Immigration Quarantine (CIQ) sebelum bertolak dari bandara. Viktor memastikan segera memulangkan pengunjung yang terindikasi virus corona.

"Jelas jika ada temuan pengunjung terindikasi virus corona oleh dinas terkait, langsung kita pulangkan. Dalam undang-undang orang yang bisa kita tolak itu membahayakan negara dan membawa penyakit," kata Viktor di Kantornya Jalan Lintas Siantar-Medan KM 11,5 Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Kamis (30/1/2020).

Viktor mengungkapkan hingga saat ini belum ada temuan pengunjung yang terindikasi virus corona di Bandara Silangit.

Ia juga mengungkapkan akses Warga Negara Asing (WNA) China juga diperketat dari Bandara di Kuala Lumpur, Malaysia.

Sehingga, Bandara Silangit yang hanya membuka satu jalur luar negeri belum menemukan virus corona.

"Yang jelas masuk ke Bandara Silangit belum ada WNA China. Yang ada hanya warga Malaysia. Kalau dari hasil karantina negatif kita persilakan untuk berpergian,"katanya.

Imigrasi Klas II Kota Pematangsiantar yang mewadahi 10 kabupaten/kota di Sumatera Utara telah mendata tenaga kerja asing mencapai 170 orang dari 33 perusahaan.

Terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar dr Erika mengatakan tidak ditemukan gejala-gejala virus corona. Ia mengatakan Kota Pematangsiantar aman dan belum ada laporan tentang penyakit yang menyebar cepat itu.

"Dinas kesehatan kota Pematangsiantar sudah melakukan kesiap siagaan dan antisipasi. Kita sudah menyurati pihak kelurahan, kecamatan dan bahkan rumah sakit Djasamen Saragih juga kita sudah surati,"katanya.

dr Erika mengatakan sudah melakukan pengamatan dan pemberitahuan kepada puskesmas agar lebih aktif lagi dan sosialisasi kepada masyarakat. Ia mengatakan jika menemukan indikasi, petugas puskesmas langsung merujuk pasien ke Rumah Sakit Djasamen Saragih.

Ia menjelaskan virus corona ini menyerang organ pernafasan manusia. Gejala yang ditimbulkan seperti demam, batuk dan sesak nafas. Kata dr Erika Rumah Sakit Djasamen Saragih juga menyiapkan ruang isolasi yang sekaligus pengobatan. (tmy/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved