Berani Bermimpi Cup 2020 Adakan Lomba Memasak dan Pidato Total Hadiah Rp 100 Juta

Yayasan Berani Bermimpi menggadakan Berani Bermimpi Cup 2020 dengan tema Tradisi itu Indah.

Berani Bermimpi Cup 2020 Adakan Lomba Memasak dan Pidato Total Hadiah Rp 100 Juta
TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Founder Yayasan Berani Bermimpi Indonesia, Lilysan Wijaya bersama peserta lomba memasak dalam Berani Bermimpi Cup 2020 di Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia (WBI), Sabtu (1/2/2020). (nat) 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Yayasan Berani Bermimpi menggadakan Berani Bermimpi Cup 2020 dengan tema Tradisi itu Indah. Dalam kegiatan Berani Bermimpi Cup 2020 ini turut menghadirkan lomba memasak (berani jadi koki) dan lomba pidato (berani pidato).

Founder Yayasan Berani Bermimpi Indonesia, Lilysan Wijaya mengatakan Yayasan Berani Bermimpi merupakan yayasan non profit yang bergerak di bidang edukasi untuk anak anak yang kurang mampu yang berusia produktif antara umur 17 sampai 23 tahun.

"Kita sedang menggadakan acara Berani Bermimpi Cup yaitu kontes masak dan kontes pidato jadi hari ini pada tanggal 1 Februari merupakan hari pertama kita memulai acara Berani Bermimpi Cup dan saat ini ada audisi untuk 58 peserta kontestan di cabang berani jadi koki atau cabang kontes memasak dan ada lebih kurang 60 anak untuk kontes pidato," ucap Lilysan di Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia (WBI), Sabtu (1/2/2020).

Dikatakannya, selama dua hari, para peserta kontes pidato diberi pelatihan public speaking, sehingga nantinya para peserta tersebut berani untuk pidato.

"Jadi kita memberikan mereka untuk yang berani pidato dua hari pelatihan public speaking dan untuk berani jadi koki hari ini adalah audisinya dan kita akan pilih 16 orang untuk masuk ke semi final,
dan selanjutnya akan dipilih lagi delapan orang untuk masuk ke final," ujarnya.

Sebelumnya, peserta lomba memasak dan membawa masakannya dari rumahnya masing masing, kemudian para peserta tersebut diwawancari oleh juri.

"Di ruang interview itu adalah dimana ada juri tanya jawab dengan anak anak. Audisi ini anak anak membawa makanan dari rumah, tahap pertama mereka membawa masakan dari rumah jadi belum live cooking, setelah food testing, juri-juri akan menggadakan sesi interview dimana mereka menginterview anak anak supaya mencari tahu apakah benar anak ini yang memasak, mereka (anak-anak) diberikan pertanyaan tentang teknik memasak dan untuk mengetes kejujuran anak ini," jelasnya.

Dengan bahan baku ayam, para peserta lomba memasak berhasil menyajikan beragam makanan antara lain rendang ayam, pepes ayam, gulai ayam, ayam betutu dan lain-lain.

"Pesertanya dari SMA SMA di kalangan area kurang mampu kita mengambil anak anak itu berdasarkan rujukan dari sekolahnya dan juga dari beberapa yayasan sosial anak asuh," ucap
Lilysan.

Dikatakannya, melalui acara ini, pihaknya ingin sesuatu yang beda untuk memotivasi anak anak sehingga peserta tersebut mempunyai keinginan yang lebih kuat untuk berani bermimpi dan mengejar mimpi mereka.

Halaman
12
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved