VIRUS Mengganas akibatkan Ribuan Ekor Babi Mati, Peternak Tak Berani lagi Mengisi Kandang
Sebagian dari peternak kini bingung mengembalikan kredit modal dan tidak berani mengisi kandang dengan bibit babi yang baru.
VIRUS Mengganas akibatkan Ribuan Ekor Babi Mati, Peternak Tak Berani lagi Mengisi Kandang
Tedja mengatakan, para peternak kini berpikir keras bagaimana membayar kredit baik itu di koperasi desa maupun di bank.
Sebagian dari peternak kini bingung mengembalikan kredit modal dan tidak berani mengisi kandang dengan bibit babi yang baru.
Geger wabah tersebut juga mengurangi omzet penjualan warung babi guling.
Di desa ini kurang lebih 200 ekor babi yang mati.
"Klasifikasinya baik babi penggemukan, anak dan indukannya.
Itu baru di Desa Cepaka saja belum desa yang lain," kata Tedja yang juga Perbekel Cepaka. Adapun jumlah babi yang mati di seluruh Tabanan mencapai 527 ekor hingga Kamis (30/1) lalu.
Tedja mengatakan, para peternak kini berpikir keras bagaimana membayar kredit baik itu di koperasi desa maupun di bank.
Peternak juga harus memikirkan cara mengubur bangkai hewan yang mati sia-sia tersebut.
Dijelaskannya, seorang peternak yang pelihara babi 10 ekor harus memiliki modal awal berupa kandang.
Harga bibit babi (kucit) per ekor antara Rp 600-700 ribu. Biaya pakan per ekor dalam empat bulan atau hingga panen bisa menelan biaya hingga Rp 2 juta.
Kalau babi lebih dari 10 ekor, peternak perlu pekerjakan tenaga kerja dengan biaya per bulan sekitar Rp 1 juta.
Jadi modal awal peternak untuk 10 ekor babi saja hingga puluhan juta rupiah.
"Jika berhasil mereka juga tak seberapa mendapat untungnya karena selama ini harga pakan meroket dan harga jual kerap anjlok.
Terlebih lagi dengan adanya kasus ini harga justru semakin dimanfaatkan oleh oknum- oknum yang berkepentingan," kata Tedja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ribuan-ekor-babi-mati-di-bali-karena-virus.jpg)