Petugas PLN Gadungan

Petugas PLN Gadungan Berhasil Raup Uang Rp 2,7 Juta dari Dua Korban

Setelah menuduh korban, kedua pelaku mencoba menawarkan perdamaian agar masalah ini tidak sampai dibawa ke Kantor PLN dan berujung dilapor ke polisi.

Petugas PLN Gadungan Berhasil Raup Uang Rp 2,7 Juta dari Dua Korban
Dokumentasi Polsek Medan Timur
Dua orang tersangka Syahrizal dan Said Akbar menyaru jadi petugas PLN ditangkap Polsek Medan Timur untuk memeras warga. 

TRIBUN-MEDAN.com - Polsek Medan Timur menangkap dua petugas PLN gadungan bernama Syarizal (41) dan Said Akbar (24) karena memeras pelanggan mengaku, Rabu (5/2/2020).

Keduanya mendapatkan uang Rp 2,7 juta dengan menyamar menjadi sebagai petugas operasi pemutusan arus listrik PLN Medan Timur.

Kapolsek Medan Timur Kompol Arifin mengatakan kedua pelaku ditangkap saat beraksi di Jalan Sehati, Gang Kenari, Kecamatan Medan Perjuangan, dengan modus menuding pelanggan PLN bernama Tianur Br Naibaho (71) melakukan pencurian arus listrik.

"Modusnya kedua tersangka memeriksa meteran rumah orang tua itu. Setelah diperiksa, Syahrizal bilang kalau meteran rumah itu sudah tidak normal. Karenanya akan dikenakan denda. Tersangka lalu mengatakan denda bisa dibayarkan kepadanya karena ancamnya, apabila sampai ke kantor denda yang harus dibayar sebesar Rp 5 juta. Pemilik rumah kemudian menyerahkan uang sebesar Rp 2 juta," tutur Arifin.

Dua Petugas PLN Gadungan Ditangkap Lakukan Pungli, Ini Komentar PLN UIW Sumut

Lalu pada hari yang sama, keduanya juga melakukan hal yang sama di rumah Bomo Ompusunggu (40) di Jalan Rakyat Gang Pelajar Ujung No. 6, Kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Medan Perjuangan.

"Di rumah kedua, pelaku mendapat yang sebesar Rp 700 ribu dari korban," tambahnya.

Ia menjelaskan keduanya menuduh para korban merusak segel meteran.

"Saat beraksi mereka berpura-pura sebagai petugas pencatat meteran listrik PLN dan menuding korban telah merusak segel meteran dan korban dipaksa membayar denda," ucapnya.

Setelah menuduh korban, kedua pelaku mencoba menawarkan perdamaian agar masalah ini tidak sampai dibawa ke Kantor PLN dan berujung dilaporkan ke polisi.

"Namun saat itu korban merasa curiga dengan gerak-gerik keduanya memutuskan untuk melaporkan kejadian ini ke Polsek Medan Timur," ucap Arifin.

Setelah menerima laporan korban, Arifin menjelaskan personil Polsek Medan Timur langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap kedua pelaku pemerasan tersebut.

"Saat dilakukan pemeriksaan keduanya mengakui kalau telah dipecat dari kerjaan sebagai petugas PLN. Saat ini, mereka telah ditahan di Polsek Medan Timur untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," pungkasnya.

(vic/tribun-medan.com)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved