Berawal dari Manisan Kurma Tomat Kemudian Berdiri Aliansi Pemuda Peduli
Terbentuk sejak 2014, Aliansi Pemuda Peduli (APP) semakin gencar menjalankan program-programnya di segala bidang.
Dari 500 orang yang mendaftar, terang Edy, 392 yang dinyatakan lulus seleksi pertama, dan 120 orang yang lulus menjadi relawan APP.
"Sebenarnya yang kita harapkan bukan hanya kuantitas yang banyak, tapi juga bagaimana bisa membangun kualitas anggotanya sendiri, juga dampak yang diberikan," ujar Dedy.
Dengan jumlah relawan yang memadai serta sistem yang baik, Edy mengatakan bahwa program-program APP yang akan dijalankan menjadi lebih mudah untuk terealisasi.
Dirinya berharap Aliansi Pemuda Peduli dapat terus memberikan dampak yang baik khususnya bagi Kota Medan.
"Dengan anggota kita yang sekarang kita berharap gencar melakukan program-program yang sudah direncanakan. Jadi sekarang itu dalam satu minggu bisa saja ada dua atau tiga kegiatan. Harapannya sebenarnya bagaimana bisa memberi dampak yang nyata baik bagi masyarakat maupun bagi pribadi relawan itu sendiri," pungkasnya.
Wadah Kegiatan Sosial
Komunitas Aliansi Pemuda Peduli (APP) menjadi tempat anak muda Medan untuk berkegiatan sosial sekaligus menyiapkan diri sebelum memasuki dunia kerja.
CEO Aliansi Pemuda Peduli, Edy mengatakan bahwa sejak November 2019 APP mulai memfokuskan programnya tidak hanya di bidang sosial tetapi juga pengembangan internal para anggotanya.
"Jadi kita ingin mulai melakukan kegiatan-kegiatan pengembangan internal terhadap para relawan, misalnya digital marketing, desain, public speaking dan pelatihan lainnya yang bertujuan meningkatkan softskill anggota," ujarnya.
Rancangan sistem organisasi yang dibuat juga sudah memiliki standar khusus mengenai capaian-capaian yang harus dilakukan masing-masing anggota.
Edy mengatakan bahwa hal ini dilakukan karena menginginkan perkembangan individu di APP dan lebih siap menghadapi dunia kerja.
"Anggota kita itu dari anak SMA ada, yang kuliah juga ada. Jadi dengan sistem yang sekarang ini kita berharapnya mereka mendapatkan sesuatu dengan bergabung di APP, dan membuatnya tidak terkejut saat memasuki dunia profesional," tambah Edy.
Dalam perekrutan sendiri, Edy menerangkan bahwa APP juga menerapkan seleksi khusus yakni dengan melakukan training yang fungsinya untuk menilai masing-masing calon relawan yang mendaftar.
"Jadi kita inginnya itu yang tersaring dan bergabung menjadi anggota sesuai dengan kriteria yang kita inginkan, makanya kita lakukan training dengan program Buy and Share yang akan melihat kinerja mereka dengan standar yang sudah ditentukan," katanya.
Saat ini, melalui struktur yang ada di APP juga di desain untuk membiasakan anggota dengan ritme yang ada di sebuah perusahaan. Terdapat beberapa divisi yakni Marketing, Program, dan Human Resource.
"Melalui beberapa divisi ini kita inginkan mereka belajar manajemen yang teratur. Jadi masing-masing itu punya jobdesk dan Key Performance Indeks (KPI) untuk melatih mereka terbiasa dengan ritme bekerja di sebuah perusahaan. Harapannya dengan bergabung ada hal nyata yang bisa mereka ambil dari APP," pungkasnya.
(cr14)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/relawan-aliansi-pemuda-peduli-app-saat-berfoto-bersama-2.jpg)