Koleksi Mobil Antik, Volkswagen Sumut Rutin Adakan Touring Bersama Keluarga
Penggemar otomotif saat ini banyak memodifikasi kendaraannya agar terlihat keren. Bahkan ada juga komunitas
TRIBUN-MEDAN.com, Medan - Penggemar otomotif saat ini banyak memodifikasi kendaraannya agar terlihat keren. Bahkan ada juga komunitas yang memiliki kecintaan terhadap mobil-mobil antik diantaranya komunitas Volkswagen Sumatra Utara (VSU).
Komunitas yang beranggotakan 54 anggota ini sudah ada sejak 1995 ini merupakan penggemar mobil antik VW dari berbagai daerah di Sumatra Utara, diantaranya Medan, Binjai, Lubuk Pakam, dan Prapat.
Ketua VSU, Heri Purwoko mengungkapkan bahwa walau mengusung klub otomotif, namun ia bersama anggota lainnya tidak menjadikannya sebagai pilihan utama selain sosial dan program pemerintah.
"Walau kita club otomotif tapi otomotif bukan nomor satu. Klub ini merupakan sarana untuk berbuat amal. Kegiatan kita pertama sosial yaitu pertama kegiatan sosial seperti menyantuni anak yatim, dan bersih sampah. Selain itu kita juga bergerak di bidang pariwisata dan tata tertib lalu lintas," ujar Heri, Kamis (6/2/2020).
Mobil VW memiliki beragam jenis seperti mobil lainnya yang memiliki bentuk yang unik, diantaranya VW Kodok, VW Kombi, dan VW Safari yang rata-rata merupakan mobil yang sudah tidak mengalami produksi lagi.
Heri mengungkapkan bahwa mengendarai VW sangat berbeda dengan mengendarai mobil pada umumnya.
"Sensasinya itu yang buat beda dengan mobil modern yg lain. Suara mesinnya itu sensasi yg tidak bisa dungkapkan. Sulit kalau mau diterangkan. Harus dicoba biar tau enaknya naik VW," tutur Heri.
Komunitas Volkswagen ini berpusat di Jakarta dengan memiliki chapter hampir semua provinsi di Indonesia. Kegiatan rutin dari VSU diantaranya, kegiatan mingguan seperti kopdar, tiga bulanan seperti touring jarak dekat, dan tahunan yaitu jambore nasional yang diselenggarakan secara nasional yang pada tahun
Berusia 24 Tahun, Komunitas VW ini tidak hanya diisi oleh para anggota saja, namun keluarga juga turut dibawa dalam kegiatan touring baik dalam jarak dekat hingga sampai ke pulau Jawa. Ia menuturkan bahwa bergabung di komunitas VW ini memiliki tali kekeluargaan yang erat antarsesama anggota.
"Kita selalu melakukan kopdar di Taman Ahmad Yani setiap minggunya dengan membawa keluarga. Jadi sebenarnya kegiatan utama mengobrol mengenai VW, keluarga, memberikan ide-ide akan suatu topik. Kita sebenarnya klub otomotif ini sarana untuk berbuat baik, beribadah untuk menjalin silaturahmi," tutur Heri.
Heri juga mengenang pengalaman paling berkesan ketika mengendarai VW saat melakukan tour bersama komunitas VSU.
"Yang paling dekat kita ke brastagi paling jauh itu dari Jogja dan Bali. Semua touring memiliki kesan masing-masing. Namun yang seru itu waktu kita menempuh banjir, mobil buatan Jepang tidak ada yang bisa tembus. Hanya kita yang bisa lewat karena mesin kita di belakang dan di atas," kenang Heri.
Salsabila, Anggota Volkswagen Sumatra Utara juga memiliki kenangan yang berharga bersama mobil VW ini. Ia mengungkapkan bahwa melalui VW ini ia berjumpa dengan jodoh yang kini menjadi suaminya.
"Pengalaman seru naik VW yaitu waktu 24 Desember 2018 ketemu jodoh di acara VW (Jumpa VolksWagen Sumatera ke-4 di Bangka) kebetulan saya dan suami memiliki hobi mobil antik. Perjalanan yang sudah ditempuh pulau Sabang (nol kilometer), pulau Sumatera, Pulau Bangka, Pulau Jawa, Pulau Bali. Perjalanan yang terjauh dari Medan ke Bali selama 7 hari tahun 2013," kenang Salsabila.
Komunitas VW ini sempat vakum dalam beberapa tahun terakhir. Heri menuturkan bahwa rasa rindu terhadap touring yang membawa para pengendara VW senior ini untuk kembali membentuk komunitas BW yang aktif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/komunitas-vsu-dalam-kegiatan-touring-menggunakan-mobil-vw.jpg)