Melihat Keberagaman dari Dekat, Siswa Pramadrasah Mubarak ke Gereja Graha Maria Annai Velangkanni

Sebanyak 50 siswa dan guru Pramadrasah Mubarak melakukan kunjungan ke Gereja Graha Maria Annai Velangkani, Minggu (19/1/2020).

Melihat Keberagaman dari Dekat, Siswa Pramadrasah Mubarak ke Gereja Graha Maria Annai Velangkanni
Tribun Medan/TRULY OKTO PURBA
Siswa dan guru Pramadrasah Mubarak melakukan kunjungan ke Gereja Graha Maria Annai Velangkani, Minggu (19/1/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com – Sebagai bagian dari merawat nilai-nilai toleransi dan keberagaman, sebanyak 50 siswa dan guru Pramadrasah Mubarak melakukan kunjungan ke Gereja Graha Maria Annai Velangkani, Minggu (19/1/2020).

Kepala Sekolah Pramadrasah Mubarak, Muslihuddin mengatakan, kunjungan ke tempat-tempat ibadah merupakan salah satu program rutin madrasah yang dilakukan setelah siswa-siswi Pramadrasah mengikuti kegiatan belajar mengajar selama empat bulan.

“Kegiatan ini menjadi kegiatan rutin Pramadrasah Mubarak yang diikuti oleh siswa-siswi mulai dari tingkat persiapan, PAUD, SD, SMPA dan SMA. Ada juga guru yang ikut serta. Kegiatan ini juga untuk melihat keberagaman antarumat Bergama lebih dekat,” kata Muslihuddin.

Dalam kunjungannya, siswa-siswi dan pengajar Pramadrasah Mubarak ini diterima langsung oleh pimpinan Gereja Graha Maria Annai Velangkani, Pastor James Bharataputra, SJ. Dalam diskusi di aula gerea, Pastor James menceritakan mengenai kiprah kepastorannya selama puluhan tahun dan kisah pendirian Gereja Graha Maria Annai Velangkani melalui pemutaran video pendek.

“Gereja ini mulai dibangun pada tahun 2005 dengan desain bangunan campuran arsitektur Indo-Mughal. Berbagai ornamen dan tampilan yang kaya warna dihadirkan pada bangunannya. Gereja ini terbuka untuk dikunjungi siapapun baik untuk berwisata maupun berdoa. Tak ada biaya masuk ke gereja ini,” kata Pastor James.

Pastor James menjelaskan, gereja ini juga menjadi sebuah tempat di mana semua orang dari berbagai ras dan agama, kaya atau miskin dapat menyebutnya “rumah” untuk mencari Tuhan, kedamaian, pelipur lara, dan penyembuhan. Oleh sebab itu tidak ada simbol atau ciri khas Katolik yang terlihat secara eksternal.

Selain pemaparan oleh Pastor James, siswa-siswi berkesempatan untuk bertanya segala hal tentang Gereja Graha Maria Annai Velangkani. Sebanyak tujuh siswa menyampaikan pertanyaan seputar sejarah gereja, ornamen gereja, air suci, dan hal-hal lainnya mengenai ajaran-ajaran dalam Kristen lainnya. Di akhir kunjungan, siswa-siswi berkesempatan untuk berkeliling gereja melihat beberapa spot di gereja seperti air suci, tempat kebaktian, dan lain-lain.

Muslihuddin mengatakan, melalui kegiatan ini, pihaknya berharap siswa-siswi dan guru saling mengenal dengan umat beragama lainnya, saling mengerti keyakinan saudara-saudaranya yang berbeda, dan lebih toleran. “Dengan berkunjung ke sini (gereja), maka mereka melihat dari dekat dan melihat secara langsung keberagaman yang ada di sekitar mereka. Dengan demikian, tidak timbul rasa curiga dan pandangan yang negative,” kata Muslihuddin. (top/tribun-medan.com)

Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved