Aras Community, Wadah Perupa Muda Medan yang Resah

"Kalau ada pameran seni rupa, orang yang lihat itu-itu saja," ujar Samuel Siregar,

Aras Community, Wadah Perupa Muda Medan yang Resah
Dokumentasi Aras Community
Pembukaan pameran seni rupa yang diadakan Aras Community beberapa waktu lalu. Aras Community adalah komunitas seni rupa yang ingin meningkatkan eksistensi para perupa muda yang ada di Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com-Resah terhadap perkembangan seni rupa di Medan, beberapa mahasiswa jurusan Seni Rupa membentuk sebuah komunitas bernama Aras Community.

Komunitas yang berisikan para penggiat seni rupa di Medan ini, merupakan wadah yang ingin menghidupkan kembali eksistensi seni rupa, khususnya di Medan.

"Kita bisa lihat bagaimana antusiasme orang-orang awam terhadap seni rupa di Medan itu belum begitu tinggi, contohnya saja kalau ada pameran, orang yang lihat itu-itu saja," ujar Samuel Siregar, Ketua Aras Community kepada Tribun Jumat (7/2/2020).

Meskipun saat ini seluruh anggotanya berasal dari mahasiswa Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan (Unimed) namun Aras Community merupakan komunitas independen yang tidak berada di bawah naungan kampus.

Karena itu, terang Samuel, tidak menutup kemungkinan untuk menerima anggota di luar dari mahasiswa Seni Rupa. Ia mengatakan ketidakterikatan Aras Community dengan kampus juga diharapkan membuat komunitas ini untuk lebih mandiri.

"Saat ini seluruh anggotanya masih dari mahasiswa seni rupa, tapi kita nggak membatasi anggota Aras Community hanya dari mahasiswa Seni Rupa Unimed saja," katanya.

Makna dari nama Aras sendiri artinya arus deras di air yang dangkal yang menggambarkan tentang semangat berkarya para anggota Aras Community.

"Aliran air yang deras itu, meskipun dangkal tidak akan bisa dihentikan. Itulah maknanya, meskipun kami anggotanya bukan yang sangat ahli sekali tetapi semangat belajar dan berkarya itu harus tetap ada," tutur Samuel.

Sejak  terbentuk 2018 lalu, Aras Community memulai perjalanannya dengan membuat pameran, salah satunya berkolaborasi dengan komunitas seni rupa asal Sumatera Barat bernama Saabuak Art di mana Aras Community memamerkan hasil-hasil karya anggotanya untuk dipamerkan. Sedangkan pameran terakhir dilakukan Desember 2019 lalu yang hasil dari pameran didonasikan kepada Panti Asuhan yang ada di Medan.

"Kalau 2018 lalu itu temanya Warna Terbaik, jadi karya-karya terbaik anggota Aras itu dipamerkan di sana. Sementara kalau untuk yang 2019 kemarin di Manhattan Square itu lebih ke kegiatan amal, yang hasilnya didonasikan ke Panti asuhan," katanya.

Saat ini, anggota Aras Community berjumlah 21 orang. Samuel mengatakan bahwa tidak ada persyaratan khusus bagi mereka yang berminat bergabung bersama Aras Community, yang terpenting adalah konsistensi.

"Enggak ada syarat administrasi yang gimana-gimana sih, yang penting dia konsisten, mau terus berkarya dan aktif ikut serta dalam kegiatan yang kita lakukan," pungkas Samuel. (cr14/tribun-medan.com)

Penulis: Rechtin Hani Ritonga
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved