Ruang Lentera: Tempat Singgah yang Bikin Betah di Tengah Kota

Ruang Lentera terinspirasi dengan beberapa tempat di kota-kota yang ia kunjungi yang memiliki tempat singgah bagi para pejalan.

Ruang Lentera: Tempat Singgah yang Bikin Betah di Tengah Kota
Tribun Medan/Rechtin Hani Ritonga
Ruang Lentera di Jalan Adam Malik Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com-Satu lagi tempat ngopi dan bersantai yang tidak biasa. Dengan dekorasi ala rumah model lama, furnitur kayu yang sederhana, tirai rajutan, serta banyak handycraft menarik di seisi ruangan, Ruang Lentera hadir menambah variasi warna kafe-kafe yang ada di Medan.

Tidak hanya itu, ratusan buku dengan berbagai topik mulai dari sejarah, politik, hingga novel juga tersedia dan siap untuk Anda baca sembari menikmati secangkir kopi ataupun teh.

Berkonsep sebagai rumah singgah, Tomi Sitorus co-founder Ruang Lentera mengatakan bahwa dirinya terinspirasi dengan beberapa tempat di kota-kota yang ia kunjungi yang memiliki tempat singgah bagi para pejalan.

"Konsepnya sebenarnya ingin menjadi tempat singgah bagi para pejalan. Karena pengalaman saya waktu itu jalan ke beberapa kota, ada tempat yang nyaman untuk disinggahi, sementara kalau di Medan, belum ada tempat seperti itu," ujarnya,  Sabtu (8/1/2020).

Berlokasi di dalam gang kecil di Jalan Adam Malik Medan, rumah kecil sederhana ini tampak kontras di tengah gedung-gedung besar yang mengelilinginya. Meski tidak jauh dari jalan raya, keberadaannya yang di dalam gang  membuat kesan berada di dalamnya menjadi lebih tenang karena suara berisik kenderaan terhalang tembok gang.

"Lokasi yang kami pilih memang memiliki beberapa kriteria, cukup lama juga nyari lokasi yang pas. Pertama tidak jauh dari kota, lokasinya aman dari tindak kejahatan, dan berada di dalam gang, supaya orang yang datang ke sini tetap bisa merasakan ketenangan, tapi juga tidak begitu jauh dari pusat Kota," kata Tomi.

Saat masuk, Anda akan disambut dengan lantai marmer keluaran lama, juga pintu berbentuk lengkung di bagian atasnya seperti model khas mediterania dan tulisan 'Sosial, Budaya, Alam' di ruas dinding sebelah kanan pintu masuk. Tanaman anggrek juga terlihat menggantung di perbatasan ruangan.

"Sesuai dengan tagline kita yaitu Sosial, Budaya, dan Alam, kita ingin Ruang Lentera ini bisa jadi ruang dalam pergerakan di tiga aspek tersebut," tambah Tomi.

Berdiri sejak September 2019 lalu, Ruang Lentera, selain tempat menarik untuk Anda kunjungi di waktu senggang, juga mengadakan diskusi-diskusi dengan tema menarik. Tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga dapat menambah teman baru dan cara pandang baru.

Ruang Lentera
Ruang Lentera (Tribun Medan/Rechtin Hani Ritonga)

Diskusi itu bertajuk Romantera (Romansa Lentera) yang sudah dilakukan sebanyak empat kali dengan tema Apa Itu Lentera, Catatan Si Kelana, Hutan dari Perspektif Jurnalis, serta yang terakhir adalah Balada Swarnadwipa, cerita tentang perjalanan ekspedisi mengelilingi Pulau Sumatera selama dua tahun.

Halaman
123
Penulis: Rechtin Hani Ritonga
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved