Kesehatan Memburuk, Pele Stres dan Memilih Mengurung Diri di Rumahnya
Pele, satu-satunya pemain sepak bola yang berhasil mengangkat tiga trofi Piala Dunia ini, sekarang hanya mengurung diri di rumah.
”Saya selalu mengatakan pada diri sendiri, ’Pele itu manusia biasa yang memiliki kulit dan tulang’. Ternyata saya keliru,” ujar Burgnich dikutip laman FIFA.
Di Meksiko itu, Pele untuk terakhir kalinya mengangkat trofi Piala Dunia sebagai pemain. Sebelumnya ia berhasil membawa Brasil di puncak dunia pada Piala Dunia 1958 dan 1962.
Saking hebatnya, legenda sepak bola Hongaria, Ferenc Puskas, bahkan menolak menyebut Pele sebagai pemain sepak bola.
”Pele lebih dari itu (pemain),” katanya.

Bintang sepak bola Edson Arantes do Nascimento alias Pele tiba di Bandara Internasional Guarulhos, sekitar 25 kilometer dari Sao Paulo, Brasil, 9 April 2019. Pele kini menutup diri dan mengalami depresi karena tidak bisa berjalan kaki dengan normal.
Janji Pele
Kehebatan Pele sudah dituangkan dalam sebuah film berjudul Pele: Lahirnya Sang Legenda pada 2016. Dalam film itu digambarkan sepak bola sudah mengalir dalam keluarga Pele.
Dondinho, ayah Pele, juga merupakan pemain sepak bola yang kemudian menjadi mentor terpenting dalam perkembangan Pele.
Pada suatu saat, Pele melihat ayahnya menangis karena Brasil dikalahkan Uruguay pada laga final Piala Dunia 1950.
Pele ikut sedih dan berkata kepada ayahnya, ”Jangan khawatir ayah, suatu hari saya akan memenangkannya (Piala Dunia) untukmu.”
Janji itu akhirnya bisa dipenuhi bahkan sampai tiga kali. Dodinho tidak keliru memilih nama Edson untuk menamai anaknya.
”Ayah saya menamai saya Edson dari nama Thomas Edison, salah satu penemu terhebat. Saya sangat bangga,” kata Pele.
Di sepak bola, Pele akhirnya menjadi sosok pencipta sepak bola indah yang berhasil menginspirasi banyak pemain hingga saat ini.
Setelah tidak lagi bermain bola, ia terus aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan dan mendirikan yayasan amal The Pele Foundation.
Pele sebenarnya masih ingin terus berjuang terutama dalam kegiatan-kegiatan yang membuat dunia menjadi lebih baik. Pertemuannya dengan Obama tahun lalu merupakan salah satu langkah konkretnya.
Mereka membahas apa saja yang bisa dilakukan.
Wajar, apabila Pele sekarang merasa tertekan. Ia sedih karena fisiknya sudah tidak seperti dulu dan merasa tidak bisa lagi menyumbang banyak hal.
Mungkin ia masih punya janji yang belum terealisasi. Namun, Pele juga harus selalu ingat bahwa dunia akan terus mencintainya dalam kondisi apa pun. (AFP/REUTERS)
Artikel ini telah tayang di Kompas.Id dengan judul Pele Kehilangan Dirinya Sendiri