Video Detik-detik Erupsi Gunung Merapi, Ada Kilatan Petir di Puncak, Hujan Abu Tipis-tipis
Video berdurasi 56 detik ini memperlihatkan proses terjadinya erupsi Gunung Merapi.
4. PGM.Babadan
Hujan Abu Tipis-tipis
Erupsi Gunung Merapi pada hari Kamis (14/2/2020) pukul 5.16 WIB, berjenis erupsi gas yang merupakan karakteristik Gunung Merapi saat ini.
Hal tersebut dijelaskan oleh Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida.
Sambungnya, masyarakat tidak perlu panik karena erupsi gas yang terjadi tadi pagi merupakan erupsi gas berskala kecil.
• Viral Kisah Perempuan yang Dapat DM Instagram lalu Sebulan Kemudian Menikah, Tinggalkan Pacar
• Rincian Harga Smartphone Xiaomi Februari 2020, Ada Mi Note 10 Pro dll, Cek Spesifikasi Sebelum Beli
Ditambah lagi data yang didapat tidak mengalami kenaikan yang signifikan.
"Erupsi pagi tadi tidak ada awan panas, hujan abu ada kira-kira 10 kilometeran disebabkan karena akumulasi gas terakhir ada ekstruksi magma," ucapnya.
Disinggung terkait kondisi kubah lava saat ini, Ia menjelaskan pihaknya masih melihat situasi saat ini.
"Kemarin belum ada perubahan signifikan, kita masih melihat kondisi, saat sudah aman nanti kita akan ambil lagi datanya, karena kalau melihat langsung belum bisa," paparnya.
• Viral Kisah Perempuan yang Dapat DM Instagram lalu Sebulan Kemudian Menikah, Tinggalkan Pacar
• Hubungan Hipertensi dengan Stroke Penyebab Cacat dan Manfaat Biji Anggur Cegah Hipertensi,Diabetes
Apakah akan berdampak bagi kunjungan Presiden Jokowi, saat ini pihaknya sedang melakukan rapat dengan instansi yang terkait.
"Kita berikan data-data yang kami punya, rekomendasi jarak aman tetap 3 kilometer dari puncak sedangkan jurang jero dengan puncak merapi berjarak 9 kilometer. Status Merapi saat ini masih waspada," ucapnya
Hujan abu tipis terpantau di setelah Gunung Merapi erupsi pagi ini, Kamis (13/2/2020).
Namun demikian erupsi ini tak mengubah status Merapi dan warga tetap melanjutkan aktivitas seperti biasa.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan saat dikonfirmasi mengatakan erupsi Merapi terjadi sekitar pukul 05.16 dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 2000 m di atas puncak.
Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 75 mm dan durasi 105 detik.
"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang. Untuk pergerakan arah angin menuju barat laut," ujarnya.
• Susan Sameh Lontar Statemen Menohok terkait Kedekatan Mantan Kekasihnya dengan Nikita Mirzani
• Hubungan Hipertensi dengan Stroke Penyebab Cacat dan Manfaat Biji Anggur Cegah Hipertensi,Diabetes
Dari pantauannya, abu tipis mulai terlihat setelah dua jam pasca erupsi. Sedang wilayah yang terdampak hujan abu tipis yaitu Kaliadem Lama, Kalitengah lor dan juga kalitengah Kidul, Kaliurang, serta di Turgo.
"Tidak ada pembagian masker. Masih di simpan sebagai stok. Situasi warga masyarakat di KRB 3 saat ini masih beraktifitas seperti biasa, demikian juga para wisatawan justru mendapatkan pengalaman baru dan berwisata seperti biasa," ungkapnya.
Adapun status Merapi hingga saat ini adalah Waspada. Dengan status ini, agar tidak ada aktivitas manusia di area radius 3 km dari puncak Gunung Merapi.
(*)
Artikel ini sudah tayang di Tribun Jakarta dengan judul : Erupsi Gunung Merapi Pagi Ini Berjenis Erupsi Gas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/gunung-merapi-erupsi-lagi.jpg)