Rela Berpanas-Panasan Bikin Sketsa, Para Sketchers Belajar Makna Siwaluh Jabu
Komunitas para sketcher di Medan, Urban Sketchers Medan kembali adakan kegiatan membuat sketsa bersama atau sketchwalk dengan lokasi yang berbeda.
TRIBUN-MEDAN.com - Komunitas para sketcher di Medan, Urban Sketchers Medan kembali adakan kegiatan membuat sketsa bersama atau sketchwalk dengan lokasi yang berbeda.
Urban Sketchers Medan kali ini mengadakan sketchwalk dengan objek Garista, rumah adat Karo, Siwaluh Jabu yang terletak di Jalan Herba V No.89 Medan Selayang Minggu (16/2/2020).
Cuaca yang panas tidak menghalangi para sketchers ini untuk tetap semangat membuat sketsa rumah adat Siwaluh Jabu.
Sketsa mereka kali ini akan sangat kental dengan nuansa etnik, karena rumah adat karo yang menjadi objeknya merupakan rumah adat karo yang otentik dan asli.
"Salah satu manfaat dari bergabung dengan komunitas atau orang-orang yang sehobi itu ya bisa dapat teman, kalau sendirian bikin sketsa panas-panasan gini nggak akan tahan lama, tapi kalau ramai-ramai jadi lebih semangat karena lihat yang lain semangat juga," ujar seorang anggota Urban Sketchers saat sesi diskusi usai membuat sketsa Minggu (16/2/2020).
Terdapat sekitar 12 sketchers yang hadir dalan sketchwalk yang diadakan Urban Sketchers bulan ini. Masing-masing dari mereka membuat sketsa dengan ciri khasnya masing-masing.
Alya, seorang sketchers, mengatakan bahwa dirinya sangat senang karena sketchwalk kali ini membuatnya merasa seperti berada di kawasan tanah karo.
"Kali ini lokasinya berbeda, ya. Rasanya juga lebih bernuansa etnik, karena yang digambar rumah adat. Terus juga seperti merasa suasana nya itu sedang di tanah karo," ujar Alya.
Ia mengatakan bahwa ada kesulitan tersendiri saat mencoba membuat sketsa rumah adat, karena ada detail ornamen hias yang sedikit sulit untuk ditiru.
Mahasiswi arsitektur ini juga membuat dua sketsa karena sketsa pertamanya yang memotong frame, sehingga atap yang memiliki simbol di Siwaluh Jabu tidak bisa masuk frame sketsanya.
"Ini saya buat yang kedua, karena yang pertama atapnya terpotong. Untuk kesulitan dalam membuat sketsa rumah adat seperti ini adalah menggambar detail corak-corak etniknya itu, agak rumit," kata Alya.
Rumah Adat Siwaluh Jabu yang dijadikan objek sketchwalk oleh Urban Sketchers Medan kali ini sudah berusia 126 tahun. Baru dibuka untuk umum sejak dua bulan yang lalu.
"Kita berharap melalui sketchwalk kali ini bisa memperkenalkan kepada masyarakat tentang situs budaya yang ada di Medan. Selain itu juga kita belajar nilai budaya yang ada di rumah adat Karo ini dari pihak pengelolanya," ujar Koodinator Urban Sketchers Medan, Yulianto.
Ia mengatakan bahwa prinsip dalam urban sketchers adalah menggambar cepat dan menunjukkannya kepada dunia. Oleh karena itu objek yang menjadi sketsa menjadi penting dan penuh dengan nilai-nilai yang ingi disampaikan ke banyak orang.
"Sebenarnya prinsip sketsa itukan menggambar yang cepat, tapi bisa menangkap bentuk objek yang digambar. Kita ingin menunjukkan dan memperkenalkan sesuatu dari yang kita gambar," pungkasnya.
(cr14/tribun-medan.com)