Andre Surya Animator Transformer Ungkap Rahasia Suksesnya Bisa Tembus Film Hollywood

Menggeluti bidang visual efek dan 3D animasi sejak 22 tahun yang lalu, Andre Surya telah berhasil menembus produksi film Holywood

TRIBUN MEDAN/RECHTIN HANI RITONGA
Andre Surya ditemuai dalam acara seminar ESDA di Komplek Cemara Asri Medan 

TRIBUN-MEDAN.com - Menggeluti bidang visual efek dan 3D animasi sejak 22 tahun yang lalu, Andre Surya telah berhasil menembus produksi film Holywood dengan menciptakan animasi dan visual efek untuk berbagai film box office ternama.

Beberapa animasi karya Andre adalah Iron Man, Transformer dan Star Trek. Andre mengaku mulai tertarik menekuni bidang 3D animasi sejak kecil berawal dari hobinya bermain game.

"Saya ini awalnya seorang gamer, suka main game waktu kecil. Jadi dari situ nggak sengaja mulai mengenal dunia 3D, terus mulai belajar secara otodidak," ujar Andre kepada Tribun Medan Senin (17/02/2020).

Menurutnya, kasus mengenai kecanduan bermain game yang terjadi di masyarakat memiliki stigma yang sangat buruk.

Oleh karena dampak negatif yang disebabkan oleh pengaruh bermain game ini, Andre Surya akhirnya membuka sekolah 3D animasi sendiri miliknya.

"Kalau kecanduan game itukan parah sekali ya, kadang tidak ingat waktu, kadang membuat kelainan secara fisik maupun psikis. Makanya dari itu saya berkeinginan untuk membuat sekolah 3D animasi sendiri supaya anak-anak yang hobi main game itu bisa mengetahui manfaat dari hobinya itu," kata Andre.

Ia mengaku telah bergabung di industri film kelas dunia dalam menyuplai karya animasi dan visual efeknya saat berusia 21 tahun.

Shia LaBeouf saat berperan dalam Transformers 4. (gobankingrates.com)
Shia LaBeouf saat berperan dalam Transformers 4. (gobankingrates.com) (gobankingrates.com)

Karena ketertarikan Andre terhadap dunia game dimulai sejak kecil, dirinya mempelajari tentang 3D dan animasi bahkan di usia yang sangat belia yakni saat duduk di bangku SMP.

"Pada waktu itu kalau bisa dibilang di Indonesia itu belum ada sekolah khusus untuk 3D animasi, jadi saya benar-benar otodidak waktu itu. Sebenarnya awalnya iseng, tetapi lama kelamaan jadi bisa menghasilkan karya sendiri," tuturnya.

Saat SMA, beberapa karya 3D animasi sudah dihasilkan Andre. Salah satu karyanya berhasil memenangkan kejuaraan internasional.

Andre mengaku bahwa semua yang diraihnya berkat ketekunan dan keinginannya untuk terus belajar.

"Saya kan murni otodidak, jadi belajar nya itu lama ya. Kalau sekarang sudah banyak sekolah animasi di mana-mana, proses belajarnya bisa lebih cepat," katanya.

Ia menjadi orang Indonesia satu-satunya yang menempati posisi digital artist di rumah produksi kelas dunia.

Sejak kembali ke Indonesia, Andre memutuskan untuk mendirikan sekolah animasi bernama ESDA yang kini telah memiliki 49 cabang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

"Saya berharap dengan adanya sekolah 3D animasi ini ada generasi-generasi selanjutnya yang bisa melebihi saya, bisa berkarya di produksi film dunia," katanya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved