Lima TKA China Selesai Jalani Observasi Terkait Virus Corona, Ini Kata Bupati Karo

Setelah menjalani masa observasi selama 14 hari terkait virus Corona, kini lima TKA kewarganegaraan China sudah dapat beraktivitas seperti biasanya.

Tayang:
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Juang Naibaho
Tribun-Medan.com/Muhammad Nasrul
Bupati Karo Terkelin Brahmana SH (baju batik biru), Wakil Bupati Karo Cory Sebayang (baju batik cokelat), Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo Drg Irna Safrina Milaa M.kes (empat dari kiri) melihat TKA asal China yang telah selesai menjalani masa observasi, di Desa Kandibata, Kabanjahe, Senin (17/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Setelah menjalani masa observasi selama 14 hari terkait virus Corona, kini lima Tenaga Kerja Asing (TKA) kewarganegaraan China sudah dapat beraktivitas seperti biasanya.

Diketahui, mereka merupakan TKA yang bekerja di proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Hydro Micro (PLTHM), di Desa Kandibata, Kecamatan Kabanjahe.

Saat ditanya tanggapan mengenai hal ini, Bupati Karo Terkelin Brahmana SH, mengatakan pihaknya berusaha untuk tetap memberikan rasa nyaman bagi masyarakat. Baik TKA yang bekerja di Karo, manapun masyarakat sendiri.

"Pemkab Karo tetap waspada, dengan melihat adanya proyek yang di dalamnya terdapat tenaga kerja asing yang bekerja," ujar Terkelin, Senin (17/2/2020).

Terkelin mengatakan, pihaknya tetap waspada terlebih dengan adanya perusahaan yang mempekerjakan TKA dari luar negeri.

Ia juga meminta kepada dinas terkait, seperti Dinas Ketenagakerjaan dan Badan Kesatuan Bangsa (Kesbang), untuk memperketat pemantauan TKA yang masuk ke Kabupaten Karo.

"Saya minta kepada Dinas Ketenagakerjaan dan Kesbang, supaya ekstra 24 jam. Jangan nanti Tanah Karo kebobolan dengan adanya orang-orang yang terkena corona, kita harus waspadai barangkali mungkin ada lagi TKA yang datang untuk bekerja," ungkapnya.

Lebih lanjut, Terkelin meminta kepada masyarakat agar tetap waspada dan tetap koordinasi dengan Pemkab. Kemudian, dirinya meminta agar masyarakat jangan langsung percaya dengan adanya isu-isu yang beredar terlebih belum diketahui kebenarannya. Jika memang masyarakat menemukan adanya kecurigaan, dirinya mengimbau agar masyarakat tetap berkoordinasi dengan instansi yang bersangkutan.

(cr4/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved