Viral Medsos

Viral Skull Breaking Challenge Berakibat Lumpuh hingga Kematian, Simak Penjelasan Dokter Ortopedi

Cedera tersebut dapat mengakibatkan kelumpuhan otot pernafasan dan mengakibatkan kematian karena gagal nafas.

Capture youtube Kompas
Viral Skull Breaking Challenge Berakibat Lumpuh hingga Kematian, Simak Penjelasan Dokter Ortopedi. Skull breaker challenge bisa berujung pada kematian. (Capture youtube Kompas) 

Misalnya warganet dengan nama akun @nicolewong89.

"The #skullbreakerchallenge which is currently trending on #tiktok is fatal. Please pay attention to our kids. (Skull breaker challenge yang sedang trending di TikTok bisa berakibat fatal. Tolong perhatikan anak-anak kita)," tulisnya.

Warganet lain juga menuliskan hal senada.

Bahkan ada yang menyebut tantangan itu sudah memakan korban.

"Pls share with ur kids and all the parents u know. this is now trending in schools, 2 school kids already died. (Tolong bagikan ke anak-anak dan orang tua yang kamu tahu, Ini sekarang trending di sekolahan. Dua anak sekolah sudah jadi korban meninggal)," tulis @anisanisha__.

Ternyata, challenge tersebut memang bisa berakibat fatal bahkan menyebabkan kematian.

Hal itu dikatakan oleh Dokter Spesialis Ortopedi yang juga Sekjen Perhimpunan Ahli Bedah Ortopedi Indonesia (PABOI), Dr Moh. Adib Khumaidi, SpOT.

"Ini bukan bahaya lagi. Fatal bisa menyebabkan kematian dan kecacatan/kelumpuhan akibat cedera tulang belakang," ujar Adib saat dihubungi Kompas.com, Minggu (16/2/2020), dikutip TribunJabar.id.

Ternyata, challenge itu berbahaya lantaran bagian kepala, leher, atau punggung yang kena benturan bisa menyebabkan efek serius.

Jika benturan terjadi di area kepala bisa menyebabkan perdarahan di otak.

Lalu, jika benturan di leher, dapat mengakibatkan cedera vertebra cervical.

Cedera tersebut dapat mengakibatkan kelumpuhan otot pernafasan dan mengakibatkan kematian karena gagal nafas.

Kemudian, jika mengalami benturan di punggung, dapat terjadi patah tulang pada vertebra thorakal dan lumbal, serta cedera medulla spinalis yang bisa mengakibatkan kelumpuhan.

Adib pun mengimbau agar masyarakat tak melakukan tantangan tersebut.

Skull breaker challenge.
Skull breaker challenge. (Istimewa via AjantaNews.com)

Hal senada juga dikatakan oleh Dokter Spesialis Bedah Ortopedi dari Departemen Medik Orthopaedi dan Traumatologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Prof. DR. dr. Achmad Fauzi Kamal, SpOT(K).

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved