News Video

Mengenal Vetiver, Rumput Asal India yang Bisa Cegah Tanah Longsor

Presiden Joko Widodo ( Jokowi) memerintahkan para jajarannya untuk mengupayakan mitigasi bencana melalui penanaman tanaman Vetiver

Tayang:

Bahan rehabilitasi bekas tambang

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatinkom) BNPB, Agus Wibowo menjelaskan di Indonesia, rumput ajaib ini baru dimanfaatkan sebagai penghasil minyak atsiri melalui ekstraksi akar wangi.

Sementara, di mancanegara vetiver banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan ekologis dan fitoremediasi (memperbaiki lingkungan dengan menggunakan tanaman) lahan dan air.

Seperti rehabilitasi lahan bekas pertambangan, pencegah erosi lereng, penahan abrasi pantai dan stabilisasi tebing melalui teknologi Vetiver Grass Technology (VGT) atau Vetiver System (VS).

"Teknologi ini sudah dikembangkan selama lebih dari 200 tahun di India," kata Agus.

Konservasi Tanah

Agus menjelaskan, vetiver system (VS) adalah sebuah teknologi sederhana yang berbiaya murah dengan memanfaatkan tanaman vetiver hidup untuk konservasi tanah, air serta perlindungan lingkungan.

Menurut dia, VS sangat praktis, tidak mahal, mudah dipelihara, dan sangat efektif dalam mengontrol erosi dan sedimentasi tanah, konservasi air, serta stabilisasi dan rehabilitasi lahan.

"Vetiver juga mudah dikendalikan karena tidak menghasilkan bunga dan biji yang dapat cepat menyebar liar seperti alang-alang atau rerumputan lainnya," kata Agus.

Dia menuturkan, keistimewaan vetiver sebagai tanaman ekologis disebabkan oleh sistem perakarannya yang unik.

Tanaman ini memiliki akar serabut yang masuk sangat jauh ke dalam tanah. Saat ini rekor akar vetiver terpanjang adalah 5,2 meter.

Mampu tembus lereng

Agus mengungkapkan, akar vetiver diketahui mampu menembus lapisan setebal 15 cm yang sangat keras.

Di lereng-lereng yang keras dan berbatu, ujung-ujung akar vetiver mampu masuk menembus dan menjadi semacam jangkar yang kuat.

Cara kerja akar ini seperti besi kolom yang masuk ke dalam menembus lapisan tekstur tanah.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved