Kemelut Politik Malaysia, Raja Lantik Mahathir Kembali Jadi Perdana Menteri Interim
Raja mengangkat Mahathir Mohamad kembali menjadi Perdana Menteri Interim Malaysia sebelum Perdana Menteri yang baru dipilih dan pembentukan kabinet.
TRIBUN-MEDAN.com - Kemelut politik yang terjadi di Malaysia membuat Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agung, Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah, menerima pengunduran diri Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad.
Setelah itu kemudian Raja mengangkat Mahathir Mohamad kembali menjadi Perdana Menteri Interim Malaysia sebelum Perdana Menteri yang baru dipilih dan pembentukan kabinet.
"Walau bagaimanapun, Baginda telah berkenan untuk melantik YAB Tun Dr Mahathir bin Mohamad sebagai perdana menteri interim, sementara menunggu pelantikan perdana menteri yang baru dan kabinet terbentuk," kata Mohd Zuki Ali, kepala sekretaris pemerintahan Malaysia, mengenai posisi baru Mahathir seperti yang dilansir mstar, Senin (24/2/2020).
Pengumuman tersebut satu jam dikeluarkan setelah satu jam Mahathir meninggalkan Istana Negara.
Sementara itu Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad memutuskan untuk mundur karena tak ingin bekerja sama dengan Organisasi Nasional Melayu Bersatu ( UMNO).
Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Jenderal Partai Aksi Demokratik (DAP) sekaligus Menteri Keuangan Lim Guan Eng dalam pernyataan tertulis.
Dilansir The Star, Senin (24/2/2020), Lim menyatakan, DAP akan tetap mendukung Mahathir Mohamad, dan bakal diumumkan di pertemuan darurat koalisi Pakatan Harapan.
Dia menuturkan bahwa Dr M, julukan Mahathir, memutuskan mundur sebagai PM Malaysia karena dia tidak ingin bekerja sama dengan UMNO.
Sebagai informasi, UMNO merupakan bekas kendaraan politik politisi berusia 94 tahun itu sejak 1946 silam hingga 2016, sebelum dia mendirikan Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu).
Melalui UMNO yang menjadi motor koalisi Barisan Nasional, Mahathir sempat menduduki jabatan sebagai orang nomor satu "Negeri "Jiran" pada 1981 sampai 2003.
Namun, pada 2016, dia membawa Bersatu bergabung dengan koalisi oposisi, Pakatan Harapan, yang dipimpin mantan musuh politiknya, Anwar Ibrahim.
Secara bersamaan, keduanya mengalahkan Barisan yang dipimpin oleh mantan Perdana Menteri Najib Razak dalam pemilihan Mei 2018 lalu.
"Konsistensi dan keputusan untuk menentang UMNO seharusnya didukung oleh seluruh rakyat Malaysia," jelas menteri 59 tahun itu.
Lim berujar, DAP memuji posisi politik Mahathir yang tidak ingin bersinggungan dengan UMNO, di mana pemimpinnya disebut korup dan melakukan serangkaian kesalahan fatal.
"Ini adalah pertama kalinya ada Perdana Menteri Malaysia yang mundur karena berprinsip pada integritas dan memerangi korupsi," tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/raja-malaysia-tunjuk-mahathir-pm-interim.jpg)