Breaking News:

Kejar Target Peningkatan Pelayanan RSUD Deliserdang Bakal Tambah Dokter Spesialis

Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Deliserdang berencana untuk menambah jumlah dokter spesialis dan sub spesialis

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Tribun Medan/Indra Gunawan
ILUSTRASI RSUD Deliserdang 

 TRIBUN-MEDAN.com, PAKAM - Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Deliserdang berencana untuk menambah jumlah dokter spesialis dan sub spesialisnya. Hal ini bertujuan untuk peningkatan pelayanan terhadap masyarakat. Selain karena memang belum punya, penambahan juga dilakukan untuk menambah jumlah dokter yang sudah ada.

Direktur RSUD Deliserdang, dr Hanif Fahri SpKJ menyebut ada beberapa dokter spesialis dan sub spesialis yang saat ini sedang mereka butuhkan. Beberapa diantaranya itu yakni spesialis urologi, spesialis bedah, spesialis trauma dan sub spesialis penyakit dalam. Rencana penambahan dokter spesialis dan sub spesialis inipun sudah didukung dengan anggaran yang dimiliki oleh rumah sakit pada tahun 2020.

"Jadi sesuai anggaran Standart Biaya Minimum (SBM) gajinya Rp 10 juta perbulan. Itu belum termasuk yang lain-lain karena memang sesuai undang-undang rumah sakit dokter juga harus mendapatkan uang jasa pelayanan di luar gaji. Artinya memang yang Rp 10 juta itu belum termasuk jasa medis, insentif, uang kerajinan dan lain lain," ujar Hanif Fahri, Selasa, (25/2/2020).

Karena bukan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), lanjut Hanif dokter spesialis maupun sub spesialis yang dibutuhkan nantinya akan dipekerjakan dengan sistem kontrak. Selama ini sistem kerja kontrak ini juga sudah mereka lakukan terhadap empat dokter lain. Disebut kalau saat ini yang sedang dilakukan adalah mengintip dokter yang memang bersedia.

"Kitakan bergaul juga, carinya kita intip dari sekarang. Untuk realisasi belum ada memang sampai sekarang. Itu ada memang yang baru mau masuk untuk dokter urologi. Yang jadi prioritas itu urologi, spesialis bedah dan trauma. Ini memang enggak memungkinkan untuk dibuka CPNS karena tenaganya memang terbatas dan usianya juga tidak memungkinkan karena sudah pasti lebih dari 35 tahun usianya," kata Hanif.

Hanif menjelaskan persiapan untuk menambah jumlah dokter spesialis dan sub spesialis harus cepat dilakukan karena kedepan tidak ada lagi kelas atau tipe rumah sakit. Disebut kalau rumah sakit akan diisi atau diminati pasien berdasarkan kompetensi atau keahlian dan keunggulan dari rumah sakit itu sendiri. Karena hal ini maka sistem rujukan pun bakal tidak ada lagi.

Jadi Role Model dengan Raih Penghargaan, RSUD Deliserdang Jadi Terbaik RS Tipe B

"Dimana dokter ada di situlah orang akan datang. Enggak ada lagi rujukan, kalau memang senang pasiennya sama dokternya ya bakal di situ. Bersaing untuk memberikan yang terbaik," kata Hanif.

Kurangnya tenaga dokter spesialis di RSUD Deliserdang membuat beberapa warga Deliserdang yang datang berobat terpaksa dirujuk ke rumah sakit Grand Med Lubukpakam. Meski sama-sama rumah sakit tipe B namun rumah sakit swasta ini pun lebih banyak jumlah dokter spesialisnya. Salah satu warga yang punya pengalaman dirujuk dari RSUD Deliserdang ke Grand Med adalah Agus Salim warga Desa Dalu X B Tanjung Morawa.

"Penyakit saya saat itu susah untuk buang air kecil dan sudah berbulan-bulan. Lama kelamaan kaki saya sebelah membengkak. Karena sudah berjalan dan sakit saja 1 Februari itupun dilarikan saya ke RSUD. Sempat ditangani memang di IGD tapi karena katanya dokter urologi enggak ada di situ ya dirujuk ke Grand Med. Ya Alhamdulillah sekarang saya sudah lebih baik dan sudah pulang ke rumah. Kalau pelayanan rumah sakit Grand Med juga bagus," kata Agus Salim.

Selain persoalan jumlah tenaga dokter, banyak orang lebih memilih mendapatkan pelayanan di RS Grand Med ketimbang RSUD Deliserdang lantaran berbagai hal. Salah satunya adalah soal orang-orang yang diperbolehkan membesuk pasien. Jika di Grand Med anak-anak usia dibawa 12 tahun boleh ikut membesuk ke ruang rawat inap beda halnya di RSUD Deliserdang. Di rumah sakit Pemkab Deliserdang ini anak-anak pun tidak diperkenankan sama sekali sehingga dinilai sebagian orang merepotkan pengunjung. (dra/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved