Baru Rilis Lagu, Mikha Bercerita Tentang Cinta

Pianis dan keyboardis berbakat asal Medan, Mikha Siburian baru saja merilis lagu terbarunya berjudul Waiting to Leave.

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN / ist
Mikha Siburian saat berada di atas panggung. Pianis dan keyboardis asal Medan ini telah menjajaki berbagai panggung besar dan lagu terakhir yang dirilisnya Waiting to Leave berhasil masuk playlist Jazz Anak Negeri sebuah playlist spotify yang berisi karya jazz dalam negeri termasuk musisi-musisi ternama. 

TRIBUN-MEDAN.com - Pianis dan keyboardis berbakat asal Medan, Mikha Siburian baru saja merilis lagu terbarunya berjudul Waiting to Leave yang sudah bisa didengarkan di semua platform digital.

Mikha mengaku bahwa lagu-lagunya bercerita tentang cinta, tidak hanya mengenai pasangan namun juga dalam konteks yang general.

"Sebenarnya nggak muluk-muluk tentang cinta seperti yang orang-orang pikirkan, cinta itu bisa ke siapa saja, bisa ke orang tua, saudara, atau bahkan sesuatu yang lain di dalam hidup," ujar Mikha.

Musisi yang juga merupakan produser musik ini mengaku bahwa ia ingin mengedukasi orang-orang secara tidak langsung bahwa tidak semua pesan hanya bisa disampaikan melalui kata-kata.

Itulah yang membuatnya memilih menciptakan lagu instrumental, selain karena ia memang bukan orang yang pandai merangkai kata-kata.

"Secara tidak langsung sebenarnya ingin mengedukasi orang-orang bahwa untuk menyampaikan sebuah pesan itu tidak selamanya hanya bisa melalui kata-kata. Melalui melody yang indah, kita juga bisa menyampaikan sesuatu," katanya.

Lagu yang baru saja dirilisnya tanggal 20 Februari kemarin memiliki makna bahwa segala sesuatu akan menghilang pada masanya. Semua orang pada hakikatnya hanya menunggu waktu kapan ia juga akan menghilang atau bahasa lainnya meninggal dunia.

Cerita ini terinspirasi dari perasaan sedihnya yang mendalam ketika mengetahui bahwa kakaknya meninggal saat belum lama keluar dari perut ibunya, ia membayangkan bagaimana kesedihan ke dua orang tuanya saat kejadian itu.

"Dari situ aku berpikir, kita semua ini pada akhirnya akan mati juga, nggak peduli siapapun dia, apapun perannya. Aku sadar bahwa sebenarnya kita semua ini hanya menunggu waktu itu datang. Makanya judulnya Waiting to Leave, kita semua berada dalan proses penantian hingga waktunya untuk meninggalkan," katanya.

Lagu Waiting to Leave diusung Mikha dengan aliran smooth jazz, selain menuai banyak komentar dan curhatan mendadak melalui direct message instagram nya, lagu ini juga masuk ke dalam jajaran playlist Jazz Anak Negeri yang berisi musisi-musisi ternama.

Ia tidak menyangka berbagai respon positif ia tuai melalui lagu yang baru saja ia rilis.

Beberapa curhatan dari orang yang tidak dikenalnya ada yang dia share, ada juga yang tidak mengizinkan dirinya untuk mengekspos.

Mikha berhasil membuktikan bahwa kedalaman ceritanya melalui musik instrumental berhasil menembus perasaan banyak orang.

"Ada beberapa yang cerita sampai panjang sekali melalui dm, ada yang cerita tentang pasangannya, mengaku lagu Waiting to Leave benar-benar mewakili perasaannya. Ada juga personel band yang aku suka ikut komentar dan bilang Waiting to Leave itu dalam lagunya, di situ sih perasaannya nggak bisa dijelaskan," ujarnya.

Mikha mengaku ingin terus serius di musik sesederhana ia ingin menjalani sesuatu yang membuatnya senang.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved