Dibina Tanoto Foundation, Madrasah Ibtidaiyah Ini Usung Metode Pembelajaran Aktif Libatkan Orangtua

Madrasah Ibtidaiyah Swasta Amaliyah (MISA) Kota Pematangsiantar semakin berinovasi dalam kegiatan belajar mengajarnya.

TRIBUN MEDAN/ALIJA
KEGIATAN belajar mengajar di MIS Amaliyah dan pemberian bantuan dari Tanoto Foundation. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Madrasah Ibtidaiyah Swasta Amaliyah (MISA) yang berlokasi di Jalan Masjid Perumahan Karangsari Permai, Kelurahan Tambun Nabolon, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar semakin berinovasi dalam kegiatan belajar mengajarnya.

Inovasi ini tak lepas dari status MIS Amaliyah sebagai mitra Tanoto Foundation di dunia pendidikan.

Kedatangan sejumlah wartawan di sekolah binaan Tanoto Foundation, Selasa (26/2/2020) ini menambah kesan aktifnya antar siswa dan guru bahkan orangtua siswa sendiri untuk andil mencerdaskan satu sama lain.

"MIS Amaliyah awalnya merupakan bagian dari sekolah yang lain. Tetapi tahun 2009 MIS Amaliyah mulai berdiri sendiri. Pertama, jumlah kita cuma 55 siswa. Buka kelas 1-4 aja. Namun, tahun demi tahun bertambah menjadi 170 hingga saat ini," ujar Kepala Sekolah MIS Amaliyah Andi P Hasibuan.

KEGIATAN belajar mengajar di MIS Amaliyah dan pemberian bantuan dari Tanoto Foundation.
KEGIATAN belajar mengajar di MIS Amaliyah dan pemberian bantuan dari Tanoto Foundation. (TRIBUN MEDAN/ALIJA)

Setelah berdiri sendiri, MIS Amaliyah kemudian digaet oleh Tanoto Foundation setelah diusul Kemenag Kota Pematangsiantar sebagai mitra pendidikan.

Ini merupakan awal baru bagi sekolah yang berada di tepi sungai dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Kita banyak berubah dari segi manajemen dan pembelajaran. Kita, (para guru) berusaha membuat siswa dan orangtuanya aktif. Jajaran guru membuat Paguyuban persatuan orangtua dan guru dari Grup WhatsApp. Jadi di sana sekolah bisa sharing," ujarnya lagi.

Sebelum ada kerjasama ini, MIS Amaliyah, kata Andi masih tergolong kaku. Ia mengibaratkan kegiatan belajar mengajar seperti Supir Bus dan penumpangnya, yang minim interaksi.

Pascamenjadi mitra, jajaran guru yang mendapat pelatihan dari Tanoto Foundation mulai menerapkan ilmunya dalam berinovasi ke kegiatan belajar mengajar.

Para guru mulai menyusun pola kursi siswa yang tidak lagi sendiri melainkan berkelompok. Kita juga mengajak orangtua untuk membentuk perpustakaan.

"Kita undang yayasan, komite dan orangtua yang mampu bila ada kebutuhan sekecil apapun itu untuk sekolah. Setelah itu kita tunjukkan apa yang dikeluarkan, semuanya transparan," katanya.

KEGIATAN belajar mengajar di MIS Amaliyah dan pemberian bantuan dari Tanoto Foundation.
KEGIATAN belajar mengajar di MIS Amaliyah dan pemberian bantuan dari Tanoto Foundation. (TANOTO3)

Jumat membaca dan gembira (membara) adalah program terbaru yang ada di MIS Amaliyah.

Program satu hari itu mengonsep guru untuk membacakan buku yang kemudian diikutinya siswa bertanya. Membara ini terus dilakukan bergantian setiap Jumat.

Selain itu pelajaran berkreasi juga rutin dilakukan sepeerti membuat toge botol dan kue-kue tradisional.

Ketua Yayasan Zuprin Harahap mengucapkan terimakasih atas bantuan Tanoto Foundation.

Permudah Pelajar Pahami Matematika, Madrasah Tsanawiah Negeri 2 Gunakan Permainan Ular Tangga

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved