Atlet Muaythai Digenjot Latihan Fisik 10 Sesi Seminggu

Kondisi fisik para atlet cabang olahraga (Cabor) Muaythai, menunjukkan peningkatan dibanding hari-hari sebelumnya.

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
Tribun-Medan.com/Sofyan Akbar
Lima atlet cabor Muaythai saat latihan di GOR Dispora Sumut 

Laporan Wartawan Tribun Medan Sofyan Akbar

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kondisi fisik para atlet cabang olahraga (Cabor) Muaythai, menunjukkan peningkatan dibanding hari-hari sebelumnya.

Pelatih Muaythai Bartineus Purba mengungkapkan, para atlet digembleng latihan fisik 10 sesi dalam seminggu.

"Dilihat dari hari ke hari, perkembangan mereka semakin baik dan bagus. Semoga nanti saat bulan April, kondisi fisik mereka minimal bisa 80 persen biar lolos pada pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh KONI Sumut," katanya, Senin (2/3/2020).

Purba juga menyatakan latihan fisik diberikan agar para atlet tidak mudah lelah saat bertanding nanti. Latihan fisik yang diberikan, katanya, berupa lari-lari kecil, lari maraton dan lari jarak jauh dengan waktu yang lama.

"Tujuannya tidak lain, hanya untuk memperbesar paru-paru mereka untuk menyerap oksigen dan itu juga berguna saat bertanding. Karena dalam pertandingan ini, yang lama bertahan, dialah pemenangnya," terangnya.

Selama latihan fisik, akunya, pihaknya memberikan waktu minimal 40 menit dan maksimal 120 menit kepada masing-masing atlet.

"Dengan durasi waktu itu, mereka harus bisa latihan fisik sesuai yang sudah saya programkan. Kalau masih melewati batas yang ditentukan, para atlet harus mengulangnya kembali sampai harus tidak melewati waktu yang ditentukan," akunya.

Disinggung tentang latihan teknik pada pelatda berjalan ini, Bartineus menyebutkan fisik merupakan yang utama bagi para atlet.

"Saya rasa untuk teknik, mereka sudah sangat piawai. Cuma buat apa teknik kita fokuskan, tapi fisik mereka lemah dan bisa menyebabkan mereka kalah bertanding bukan karena tekniknya kurang bagus, melainkan fisiknya yang lemah. Itu makanya KONI Sumut menyatakan agar para atlet ini digembleng juga kesehatan fisiknya," terangnya.

Bartineus juga berpesan kepada para atlet Muaythai agar menjaga makanan yang dimakan dan jangan begadang.

"Akan sia-sia latihan fisik mereka apabila pola makan dan istirahat mereka terganggu," katanya.

Terkait calon lawan di cabor Muaythai, Bartineus menyatakan atlet dari daerah timur seperti NTT sebagai rival berat. Begitu pun, akunya, pihaknya juga sudah mengantisipasi hal tersebut agar para atlet bisa berprestasi saat melawan mereka.

Bartineus menembahkan, untuk cabor Muaythai peluang membawa pulang medali emas ada di semua nomor pertandingan.

"Kita tidak bisa mengatakan nomor pertandingan mana yang berpotensi bawa pulang medali, karena itu akan membuat para atlet menjadi tidak percaya diri. Saya rasanya, kelima atlet Muaythai ini bisa berpeluang membawa medali emas saat PON di Papua," terangnya.

(akb/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved