Antisipasi Virus Corona di Sumut
BREAKING NEWS: 1 Pasien Suspect Virus Corona Dirawat di RS Adam Malik? Konferensi Pers Siang Ini
Pihak rumah sakit ingin meluruskan kabar sebenarnya setelah beredar kabar seorang pasien suspect virus corona dirawat
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Salomo Tarigan
MEDAN-TRIBUN.com, Medan - Beredar kabar seorang pasien suspect virus corona dirawat di Rumah Sakit Adam Malik
Kabar tersebut juga tersebar di media sosial.
Penderita disebut berinisial Z warga Padangsidempuan.
Pria tersebut dikabarkan dirawat mulai, Selasa (3/03) tadi malam di RS Adam Malik.
• Pernyataan RSUP Adam Malik Terkait Kabar Pasien Suspect Corona
Terkait bahwa adanya dugaan seorang pasien yang dirujuk yang berinial Z ke Rumah Sakit Adam Malik pada Selasa (3/3/2020) akibat diduga suspect corona, Kasubbag Humas RSUP Haji Adam Malik Medan, Rosario Dorothy Simanjuntak menyampaikan bahwa pihaknya akan menjawab saat adanya konferensi pers
"Nanti aja ya kami jawab di konpers. Waktu dan tempat nanti saya infokan," ujar Rosario Dorothy Simanjuntak kepada tri bun medan.com saat dimintai keterangan pada Rabu (4/3/2020).
• Ibu Meninggal karena Kanker, Bocah Kelas 6 SD Ini Berjuang Rawat Ayahnya yang Terkena Stroke
• Mengulik 4 Fakta tentang Penjual Es Krim Keliling yang Meninggal di Atas Motor hingga Fotonya Viral
Terkait kebenaran pasien yang dirujuk ke rumah sakit tersebut, Humas RS Adam Malik juga memberikan jawaban yang sama.
Pihak rumah sakit ingin meluruskan kabar yang sebenarnya.
"Nanti aja datang saat konpers," tambahnya.
KABAR TERBARU VIRUS CORONA di Cianjur: Fakta-fakta Pasien Suspect Corona, Ternyata Negatif Covid-19
TRI BUN-MEDAN.com - Seorang pasien suspect virus corona meninggal dunia pada hari Selasa (3/3/2020) di Rumah Sakit Dr Hafiz (RSDH), Cianjur, Jawa Barat.
Pihak RSDH memastikan, pasien tersebut sempat jalani perawatan isolasi sejak 1 Maret 2020.
• DIABETES - 6 Tanda di Kulit Gejala Diabetes Wajib Anda Ketahui, Muncul saat Gula Darah Tinggi
Namun, status pasien tersebut negatif virus corona.
Pernyataan tersebut didukung Kemenkes, yang menegaskan pasien pria berusia 50 tahun itu bukan karena virus corona.
• Geram Harga Masker Melambung hingga 11 Kali Lipat, Nafa Urbach: Mana Perikemanusiaanmu Hei Kawan
Berikut ini faktanya:
1. Dirawat sejak 1 Maret

Pasien berusia 50 tahun meninggal dunia pada Selasa (3/3/2020), sekitar pukul 04.00 WIB.
Pasien meninggal setelah sempat menjalani perawatan di ruang isolasi sejak 1 Maret 2020.
"Sehingga pasien belum dipastikan apakah positif atau negatif (virus corona). Namun, statusnya memang sebagai pasien dalam pengawasan," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Yusman Faisal.
• DIABETES - 6 Tanda di Kulit Gejala Diabetes Wajib Anda Ketahui, Muncul saat Gula Darah Tinggi
2. Usai bepergian ke Malaysia

Berdasar informasi yang diperoleh, pasien sebelumnya memiliki pernah bepergian ke ke Malaysia pada 14 hingga 17 Februari 2020.
Kemudian, saat kembali ke Indonesia, pria yang merupakan karyawan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut mengeluhkan sakit.
Pada 20 Februari 2020, pasien tersebut mengeluh sakit dengan indikasi demam dan batuk.
Setelah itu, pasien tersebut kemudian sempat menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Bekasi.
Namun, sebelum benar-benar sembuh, pasien tersebut memilih berangkat ke Cianjur, Jawa Barat.
Saat berada di Cianjur, pasien tinggal untuk sementara di rumah kerabatnya.
Selama berada di rumah saudaranya itu, kondisi kesehatannya malah menurun drastis, sehingga langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
“Masuk rumah sakit pada 1 Maret. Gejala yang dirasakannya lemas, sesak, dan ada keluhan di paru dan jantungnya,” kata Herman.
Pria tersebut kemudian kembali dirawat di rumah sakit pada 1 Maret 2020
• Nasib Pasar Bengkel Setelah Hadirnya Jalan Tol Medan - Tebingtinggi, Begini Tanggapan Bupati Sergei
3. Meninggal bukan karena virus corona
Setelah melakukan uji laboratorium, Kementerian Kesehatan memastikan pasien yang meninggal di rumah sakit Dr Hafiz (RSDH) Cianjur, negatif Covid-19.
"Yang dari Cianjur hasil pemantauan kita termasuk dalam 155 (spesimen) yang negatif," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2020).
• Geram Harga Masker Melambung hingga 11 Kali Lipat, Nafa Urbach: Mana Perikemanusiaanmu Hei Kawan
"Jadi meninggalnya bukan karena Covid-19," sambung Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Corona ini.
• Geram Harga Masker Melambung hingga 11 Kali Lipat, Nafa Urbach: Mana Perikemanusiaanmu Hei Kawan
4. Sempat akan coba obat alternatif
Dari keterangan yang diperoleh tim dokter RSDH Cianjur, pasien saat di Cianjur mencoba untuk mencari obat alternatif untuk sakit demam dan batuk yang dideritanya.
Plt Bupati Cianjur Herman Suherman.
• DIABETES - 6 Tanda di Kulit Gejala Diabetes Wajib Anda Ketahui, Muncul saat Gula Darah Tinggi
Akan tetapi, selama berada di rumah saudaranya itu, kondisi kesehatannya malah menurun drastis, sehingga langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
“Masuk rumah sakit pada 1 Maret. Gejala yang dirasakannya lemas, sesak, dan ada keluhan di paru dan jantungnya,” kata Herman.
(*)
• DIABETES - 6 Tanda di Kulit Gejala Diabetes Wajib Anda Ketahui, Muncul saat Gula Darah Tinggi
• Nasib Pasar Bengkel Setelah Hadirnya Jalan Tol Medan - Tebingtinggi, Begini Tanggapan Bupati Sergei
(kompas.com cr3/medan-tri bun.com)
BEREDAR KABAR 1 Pasien Suspect Virus Corona Dirawat di RS Adam Malik hingga Digelar Konferensi Pers
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kasubbag-humas-rsup-haji-adam-malik-medan.jpg)