Backsound, Kreator Konten Untuk Majukan Kesenian Lokal

Sekumpulan anak muda dengan perhatian besar terhadap pertumbuhan industri kreatif lokal, Backsound hadir

TRIBUN MEDAN/RECHTIN
SEJUMLAH kru Backsound saat berfoto di Studio 1 Backsound yang terletak di Jalan Rejeki No. 39 Medan 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Sekumpulan anak muda dengan perhatian besar terhadap pertumbuhan industri kreatif lokal, Backsound hadir untuk memberi warna di ranah kreatif sekte Medan ini.

Pada sebuah ruangan kecil dalam rumah yang sederhana, studio kecil mereka di Jalan Rejeki no.39 Medan tampak estetis.

Backsound memulai perjalanannya baru sekitar tiga bulan, dengan konsep yang mirip seperti sebuah acara stasiun televisi swasta yang melakukan pembahasan seputar seni dan gaya hidup (lifestyle).

"Backsound ini kurang lebih semacam wadah untuk anak-anak Medan yang punya karya, entah itu musik, video, tari-tarian, apa saja, nah di sini kita tampung untuk ditampilkan," ujar Ilham, founder Backsound kepada saat diwawancarai Tri bun Medan di studio Backsound 1 Rabu (11/3/2020).

Ilham mengatakan mengenai keresahannya bahwa masih banyaknya pelaku seni di Medan yang memiliki cara pandang bahwa untuk bisa maju harus pindah ke mantan ibu kota.

Dirinya bersama Backsound ingin menjadi wadah yang mendobrak pemikiran tersebut, bahwa pengembangan pelaku seni lokal bisa dilakukan di ranah lokal.

"Karena kami lihat masih sedikit di Medan yang ada semacam wadah yang bisa mempublikasi karya-karya mereka. Selama ini pola pikir yang berkembang itu sedikit-sedikit harus ke Jakarta gitu, jadi kita pengin buat iklim yang berkembang itu, kita di Medan juga bisa buat iklim yang sama, karena kita juga kan Kota Besar dan banyak penduduknya," katanya.

Merawat Kebudayaan Sumut Melalui Seni Lukis, Dewan Kesenian Gelar Pameran

Dalam konten yang dibuat Backsound yakni pemutaran video musik, talkshow, membuat urutan musik mingguan, Ilham mengatakan bahwa Backsound tak hanya mendukung pelaku seni  tetap juga agensi-agensi di balik layar seperti studio rekaman, agensi audio visual untuk membuat video klip.

"Kita pengin jadi pemantik hasrat para pelaku seni lokal untuk terus produktif membuat karyanya sendiri. Supaya juga para pemilik studio rekaman, videografer, dan agensi-agensi lainnya bisa turut berkembang," katanya.

Ilham mengaku bahwa dirinya melakukan rekrutmen beberapa orang anggota untuk bergabung di Backsound, hingga pada akhirnya bertemu dengan orang-orang yang ada di Backsound saat ini.

"Waktu itu saya adakan rekrutmen, sama rekan juga, akhirnya ketemu mereka-mereka ini yang memang punya tujuan dan keresahan yang sama," katanya.

Anggota Backsound hingga kini terdiri dari 12 orang anggota yang berasal dari berbagai kalangan dengan potensi masing-masing seperti dalam bidang Master Ceremony (MC), cameraman, humas, tim kreatif, serta produser dan editing.

Satu di antara kru Backsound, Eza mengatakan keberadaan Backsound yang dimulai dari sangat awal yang diharapkan dapat menjadi wadah untuk masing-masing anggotanya mengembangkan diri.

"Kita kan mulai dari awal, mungkin kalau kami membangun Backsound ini langsung besar, yang mau direkrut juga tentu akan butuh orang-orang yang sudah punya skill yang bagus dan matang. Nah karena kami masih kecil inilah makanya Backsound ini jadi wadah masing-masing dari kami untuk berkembang di bidangnya masing-masing," katanya.(cr14/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved