Breaking News

Terkait Kabar Kaburnya Pasien Virus Corona dari Rumah Sakit, Ini Statemen Resmi Pemerintah

Juru Bicara Tim Dokter Pasien Covid-19 RSUP Persahabatan Erlina Burhan mengatakan, satu pasien positif Covid-19 di RSUP Persahabatan, Jakarta, sempat

Tayang:
AFP/KAZUHIRO NOGI
Status Virus Corona Jadi Pandemi Global, WHO Sebut Alasan Lantaran Sudah Meningkat 13 Kali Lipat. PENUMPANG dari luar negeri menggunakan masker untuk mencegah penyebaran Virus Corona saat tiba di Bandara Internasional Haneda, Tokyo, Jepang, beberapa waktu lalu. Virus Corona sudah mewabah ke sejumlah negara, seorang Warga Indonesia di Singapura tercatat positif Corona. (AFP/KAZUHIRO NOGI) 

Tetapi karena tidak ada gejala, dan diisolasi di RS Persahabatan, dan ruang isolasinya bersama, ngabur," ujar Suharti dalam rapat pembahasan kesiapan penanganan covid-19 pada 10 Maret 2020.

Video rapat tersebut diunggah melalui akun resmi YouTube Pemprov DKI Jakarta pada Kamis (12/3/2020).

Menurut Suharti, pasien tersebut meminta bukti bahwa dia positif covid-19.

Dia mau diisolasi apabila sudah mendapatkan bukti tersebut.

"Dia tidak mau (diisolasi) dan minta bukti bahwa dia positif (covid-19) baru dia akan mau diisolasi," kata Suharti.

Dibantah pemerintah

Namun, kabar kaburnya pasien Covid-19 di RSUP Persahabatan justru dibantah Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto.

Menurut Yuri, pasien tersebut tidak kabur.

Melainkan, saat itu ia harus mengurus keluarganya lebih dulu sebelum ada hasil tes laboratorium.

"Waktu itu menunggu hasil laboratoriumnya belum ada.

Penonton bermasker menghadiri Tokyo Marathon (1/3/2020). Tokyo Marathon tahun ini telah ditutup untuk semua kecuali pelari elit karena meningkatnya kekhawatiran tentang penyebaran virus corona, yang telah mempengaruhi puluhan acara olahraga di seluruh dunia.
Penonton bermasker menghadiri Tokyo Marathon (1/3/2020). Tokyo Marathon tahun ini telah ditutup untuk semua kecuali pelari elit karena meningkatnya kekhawatiran tentang penyebaran virus corona, yang telah mempengaruhi puluhan acara olahraga di seluruh dunia. (Philip FONG / AFP)

Jadi dia urus keluarga dulu," ujar Yuri saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (13/3/2020).

Yuri mengungkapan bahwa pasien itu merupakan single parent.

"Dia kan single parent. Ya urus anaknya dulu lah, " tuturnya.

Kemudian, keesokan harinya, hasil pemeriksaan laboratorium sudah keluar.

Saat itulah pasien tersebut dijemput kembali ke RSUP Persahabatan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved