News Video
Pentas Seni SMA Budi Mulia Pematangsiantar Berlangsung MERIAH, Dahulunya Pernah Dilakukan pada 1991
SMA Budi Mulia Pematangsiantar kembali menggelar pentas seni secara besar-besaran sejak dilaksanakan terakhir kali pada tahun 1991
Penulis: Alija Magribi | Editor: Hendrik Naipospos
Pentas Seni SMA Budi Mulia Berlangsung MERIAH, Dahulunya Pernah Dilakukan pada 1991
TRI BUN-MEDAN.COM - SMA Budi Mulia Pematangsiantar kembali menggelar pentas seni secara besar-besaran sejak dilaksanakan terakhir kali pada tahun 1991.
Pentas Seni Akbar ini berlangsung dengan suasana riuh, ratusan orangtua dan alumni ikut hadir memeriahkan di Aula Universitas HKBP Nomensen, Sabtu (14/3/2020) malam.
Lebih dari 1000 penonton hadir menyaksikan pertunjukkan dengan tema Terbang Bersama Bumi.
Dibuka dengan Tari Pangurason dan paduan suara pelajar yang melantunkan lagu Hanya Rindu - Andmesh, para penonton mulai masuk dalam suasana hening.
Lagu Indonesia Raya pun bergema dinyanyikan seluruh peserta sebagai penguat kebangsaan.
Kepala Sekolah Bruder Silvester Simamora menyampaikan rasa terima kasih kepada semua yang menyukseskan acara ini, mulai dari donatur, alumni, orangtua, para guru hingga siswa-siswinya sendiri.
"Maksud dari tema pentas seni ini bahwa bagaimana potensi anak bisa melambung tinggi. Bakat mereka bisa maksimal, bagaimana mereka bisa berlatih dan bekerja dalam tim. Disiplin, kerjasama dan ketekunan untuk mencapai titik maksimal," ujar Bruder Silvester Simamora
Ia melanjutkan, terselenggaranya pentas seni ini adalah jawaban atas kerinduan setelah hampir 30 tahun yang lalu event serupa digelar. Tak tanggung-tanggung ada 300 pelajar dari kelas X hingga XII ambil peran masing-masing mengisi pementasan.
Alunan musik tagading dan silih berganti tarian dari berbagai daerah dimainkan para pelajar. Mulai dari Simalungun, Aceh, Jawa, Bali hingga Yamko-Yamko- Range khas Papua menghibur para penonton.
Sebuah drama tentang kondisi sosial kaum milenial saat ini tampak memberi pesan kepada penonton. Drama tersebut menyajikan contoh pemuda yang fokus bermain gawai, dan mengindahkan lingkungan sekitar.
Adegan yang diperankan sebagai sosok bernama Parulian ini, mendapatkan emosi penonton.
Sikapnya yang tak peduli dengan lingkungan, mendapat kekesalan dari penonton.
Mereka menganggap perilaku seperti ini banyak terjadi di kalangan pemuda dan seharusnya mulai bercermin.
Eugenivs Samosir, guru SMA Budi Mulia mengatakan makna pentas seni ini adalah universal.