Virus Corona

Bukannya Membatalkan 3 Sekolah Ini Tetap Study Tour ke Bali Saat Wabah Corona, Begini Akibatnya

Rombongan yang melakukan piknik tersebut terdiri 289 murid, 15 guru, dan 14 orang dari biro wisata.

Tayang:
Surya.co.id
Bus yang mengangkut siswa SMP 24 Cerme Gresik ke Bali dan ilustrasi wisata di pulau dewata -- Deretan kasus sekolah yang tetap lakukan study tour ke Bali meski wabah virus corona merebak di Pulau Dewata, tuai kritikan dari dinas setempat. 

TRI BUN-MEDAN.com - Meski virus corona sedang merebak di sejumlah daerah di Indonesia rupanya tak cukup mampu untuk mengurungkan niat perjalanan wisata.

Namun, rencana study tour dari beberapa sekolah ini tetap dilaksanakan.

Beberapa sekolah tersebut justru melakukan perjalanan wisata ke Bali meskipun lokasi tersebut telah menjadi salah satu lokasi yang terpapar virus corona dan menelan korban jiwa, yakni seorang perempuan WNA Inggris.

Meski sangat berisiko, beberapa sekolah tetap menjadikan Bali sebagai tujuan utama study tour.

Seperti yang dilakukan SMAN 1 Temanggung, bukannya membatalkan atau memilih destinasi lain, mereka justru yang tetap melakukan perjalanan ke Bali pada Jumat (13/3/2020).

Akibatnya setibanya dari Bali, berbagai antisipasi dilakukan Dinas Kesehatan setempat untuk mencegah terjadinya penularan virus corona.

 

1. SMAN 1 Temanggung, Jawa Tengah

Rombongan SMAN 1 Temanggung berangkat pada Jumat (13/3/2020) dan pulang pada Senin (16/3/2020).

Rombongan yang melakukan piknik tersebut terdiri 289 murid, 15 guru, dan 14 orang dari biro wisata.

Untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan, Dinas Kesehatan setempat langsung mengerahkan tim medis untuk melakukan pemeriksaan.

Setibanya dari Bali tersebut mereka langsung disemprot cairan disinfektan, selanjutnya diperiksa satu persatu suhu tubuhnya oleh tim dokter.

Siswa, guru dan kru biro wisata SMA 1 Temanggung yang baru pulang dari Bali menjalani pemeriksaan dari petugas kesehatan, di halaman Gedung Pemuda Temanggung, Senin (16/3/2020)
Siswa, guru dan kru biro wisata SMA 1 Temanggung yang baru pulang dari Bali menjalani pemeriksaan dari petugas kesehatan, di halaman Gedung Pemuda Temanggung, Senin (16/3/2020) (KOMPAS.COM/IKA FITRIANA)

Hal itu dijelaskan oleh Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, Khabib Mualim.

"Penyemprotan tidak hanya pada tubuh, akan tetapi juga barang-barang bawaaan mereka. Ini langkah antisipatif guna mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah ini," jelas Khabib Mualim, saat dihubungi Kompas.com, Senin (16/3/2020).

Dari pemeriksaan yang dilakukan, seluruh peserta piknik tersebut diketahui dalam kondisi sehat.

Namun demikian, petugas medis tetap akan melakukan pemantauan selama 14 hari terhadap seluruh peserta study tour tersebut.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved